Pengiriman LPG tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-68 Pertamina pada Rabu, 10 Desember 2025.
Bantuan diangkut menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diturunkan melalui metode sling load, yakni pengangkutan barang menggunakan kawat khusus yang digantung di bagian bawah helikopter.
Baca Juga: Daftar Terbaru Harga BBM Pertamina Se-Indonesia Per 11 Desember 2025
“Kami hadir kembali untuk melanjutkan misi kemanusiaan yang sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Ini bukti komitmen Pertamina dalam mempercepat pemulihan distribusi energi di daerah terdampak bencana agar masyarakat dapat beraktivitas kembali. Sesuai arahan Presiden Prabowo, percepatan suplai energi harus diutamakan, dan kami menjalankannya bersama banyak pihak,” ujar Simon saat berada di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara.
Simon dan puluhan relawan Pertamina menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu pemulihan di wilayah Sumatera, baik terkait distribusi energi maupun penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menambahkan bahwa upaya pengiriman LPG ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai instansi, termasuk BNPB, TNI, Polri, dan jajaran Pertamina.
“Di lapangan, kami bekerja secara gotong royong. Akselerasi distribusi LPG ke Bener Meriah bisa dilakukan karena koordinasi yang kuat dari semua pihak,” ujarnya.
Sejak bencana melanda, Pertamina menerapkan strategi distribusi Alternatif dan Emergency.
Strategi Alternatif dilakukan melalui perubahan jalur suplai untuk mengatasi kerusakan infrastruktur darat.
Sementara strategi Emergency melibatkan mobilisasi seluruh moda transportasi, termasuk jalur laut dan udara, guna menjangkau wilayah yang terisolasi.
Baca Juga: Pertamina Tegaskan Stok Pertalite di Rembang Terkendali, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying
Salah satu langkahnya adalah pengiriman Solar dan LPG menggunakan pesawat perintis charter ke Bener Meriah, serta distribusi melalui jalur laut untuk wilayah Sibolga.
Dalam kurun waktu 26 November hingga 10 December 2025, Pertamina telah menyalurkan berbagai bantuan untuk warga terdampak.
Sebanyak 161 Posko Pertamina Peduli dan 111 dapur umum telah beroperasi.
Lebih dari 140 relawan tahap pertama dikerahkan, belum termasuk para petugas distribusi energi dari Awak Mobil Tangki, operator SPBU, tim pemasaran, dan unit pendukung lainnya.
Selain tenaga relawan, Pertamina juga menyalurkan bantuan energi untuk mendukung kebutuhan dapur umum, operasional alat berat pembuka akses jalan, kendaraan kesehatan, hingga kebutuhan kelistrikan.
Total bantuan energi yang disalurkan antara lain 327 tabung Bright Gas, 26 KL Dexlite dan Pertamax, serta 120 KL Avtur.
Dalam pesan yang disampaikan secara daring kepada seluruh pekerja Pertamina pada acara syukuran HUT ke-68, Simon kembali menegaskan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional serta menjunjung tinggi integritas.
“Kita sedang menjalani proses transformasi yang panjang, bukan sekadar sebuah acara. Transformasi ini mencakup tata kelola, budaya kerja, bisnis, hingga digitalisasi demi membawa Pertamina semakin maju,” tegasnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa pada usia ke-68, Pertamina kembali meneguhkan komitmen Melayani Indonesia Sepenuh Hati sebagai perusahaan energi nasional yang menjadi penopang perekonomian.
Pertamina terus menghadirkan energi yang terjangkau dan berkelanjutan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Dengan semangat Energizing Indonesia, Pertamina akan terus tumbuh dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa,” ungkap Baron.
Sebagai pemimpin di sektor transisi energi, Pertamina juga terus berupaya mendukung target Net Zero Emission 2060 dan mendorong program-program yang selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh langkah tersebut dijalankan melalui transformasi yang berpijak pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi.