Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Setelah Berminggu Kosong, SPBU Shell Akhirnya Jual Bensin Lagi—Ini Penjelasan Lengkapnya!

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 8 Desember 2025 | 00:43 WIB
Petugas SPBU membersihkan mesin pengisian BBM sembari menunggu datangnya pasokan BBM di SPBU Shell, 
Petugas SPBU membersihkan mesin pengisian BBM sembari menunggu datangnya pasokan BBM di SPBU Shell, 

RADAR KUDUS - Setelah berminggu-minggu para pengendara dibuat frustasi akibat kelangkaan, SPBU Shell di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akhirnya kembali menjual BBM jenis bensin mulai Minggu, 7 Desember 2025.

Pengumuman ini muncul langsung dari situs resmi Shell, yang memastikan bahwa Shell Super sudah tersedia dan siap dibeli.

Kelangkaan yang sebelumnya membuat antrean panjang berpindah ke SPBU lain akhirnya menemukan titik terang. Pelan tapi pasti, sebagian besar jaringan Shell kembali beroperasi normal, terutama di wilayah Jabodetabek.

Shell Super Tersedia, V-Power Masih Kosong

Meski bensin kembali mengalir, ketersediaannya baru mencakup Shell Super.
Jenis lain seperti Shell V-Power dan V-Power Nitro+ belum tersedia sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Shell menyampaikan permohonan maaf karena suplai dua jenis bahan bakar unggulan tersebut belum kembali aman.

Sementara itu, untuk produk diesel seperti Shell V-Power Diesel, layanan Shell Select, bengkel SPBU, dan Shell Recharge juga sudah normal kembali. Namun para pengendara premium yang biasa memakai V-Power harus bersabar lebih lama.

Lebih dari 100 SPBU Kembali Melayani

Setidaknya 107 SPBU Shell di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten kini sudah kembali menjual BBM setelah lama tidak memiliki stok.

Di Jakarta, sejumlah titik penting seperti Shell Arjuna Utara, Daan Mogot, Imam Bonjol, Jorr, Kyai Tapa, hingga deretan SPBU di wilayah Selatan seperti Antasari, Arteri PI, Ciputat Raya, Fatmawati, Lenteng Agung, kembali beroperasi penuh.

SPBU di Jakarta Timur, Utara, Pusat, serta jaringan di Bekasi, Depok, dan wilayah Banten juga tercatat sudah aktif menjual Shell Super. Kehadiran kembali pasokan ini menjadi angin segar di tengah naik turunnya kebutuhan bahan bakar di Jabodetabek.

Dampak Kekosongan Stok: Imbas Negosiasi Impor

Kelangkaan BBM Shell sebelumnya terjadi karena pembahasan impor BBM Shell masih berlangsung melalui mekanisme business-to-business dengan Pertamina Patra Niaga. Proses panjang inilah yang membuat SPBU Shell kehabisan stok selama beberapa pekan terakhir.

Shell menjelaskan bahwa mereka memastikan setiap pasokan BBM harus memenuhi standar kualitas global serta keselamatan operasional yang ketat. Proses inilah yang memperlambat pengadaan dan menyebabkan krisis pasokan sementara.

Pertamina Pasok 100 Ribu Barel: Titik Balik Pasokan

Pada Jumat, 5 Desember, situasi berubah setelah Pertamina Patra Niaga memasok 100 ribu barel base fuel (BBM murni) kepada Shell Indonesia.

Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, suplai ini merupakan bentuk kolaborasi strategis yang dimandatkan oleh Kementerian ESDM untuk menjaga distribusi energi nasional tetap stabil.

Pertamina menegaskan bahwa suplai ini bukan hanya menjaga pasokan SPBU Shell, tetapi juga menunjukkan keandalan Pertamina sebagai mitra operator SPBU swasta dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dengan suplai baru ini, Shell dapat kembali mengisi tangki-tangki SPBU yang beberapa minggu terakhir kosong total.

Harga BBM Shell Masih Mengacu pada Daftar 1 Desember

Untuk saat ini, harga BBM Shell belum berubah dan masih mengikuti daftar per 1 Desember:

Meski V-Power dan Nitro+ masih belum tersedia, harga tersebut tetap menjadi acuan hingga adanya pembaruan atau penyesuaian selanjutnya.

Kembalinya Shell: Nafas Baru untuk Mobilitas Jabodetabek

Kembalinya BBM di SPBU Shell bukan sekadar kabar baik bagi pengguna setianya, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas suplai BBM di Jabodetabek.

Selama masa kelangkaan, beban suplai menumpuk di SPBU Pertamina dan operator lain, membuat antrean mengular di berbagai titik.

Dengan pulihnya distribusi Shell, persebaran kebutuhan BBM kembali merata, dan tekanan di jalur logistik BBM perlahan turun.

Ini menjadi sinyal positif bahwa koordinasi antara Shell dan Pertamina berperan penting dalam menjaga pasokan energi di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Kesimpulan: Stok Kembali, tetapi Tantangan Masih Ada

Meski Shell Super sudah mengalir kembali, PR terbesar Shell masih menunggu di depan mata: kapan V-Power dan V-Power Nitro+ kembali tersedia?
Kelangkaan produk premium ini masih menjadi tanda tanya bagi pengguna loyalnya. Namun setidaknya, pasokan dasar sudah kembali hidup dan ratusan SPBU sudah beroperasi normal.

Pemulihan ini menjadi bukti bahwa stabilitas energi memerlukan kerja sama lintas perusahaan dan dukungan kuat dari pemerintah.

Untuk sekarang, kembalinya pasokan Shell adalah langkah penting bagi mobilitas harian warga Jabodetabek.

Editor : Mahendra Aditya
#bbm shell #spbu shell #harga bbm shell