Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prabowo Buat Petani Terdampak Bencana Terhenyak: "Seluruh Utang KUR Kalian, SAYA HAPUS!

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 7 Desember 2025 | 23:46 WIB

Presiden Prabowo di acara bertajuk "Bersama Jaga Anak Indonesia, Digital Aman Bangsa Hebat" di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/3/2025). (Tangkapan layar unggahan Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo di acara bertajuk "Bersama Jaga Anak Indonesia, Digital Aman Bangsa Hebat" di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/3/2025). (Tangkapan layar unggahan Youtube Sekretariat Presiden)

Bireuen, Aceh - Suasana haru dan semangat kebersamaan terpancar jelas di Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Minggu (7/12) siang.

Di tengah debu dan suara mesin pengerjaan jembatan bailey, Presiden Prabowo Subianto hadir bukan hanya sebagai inspektur, tapi juga sebagai pembawa kabar gembira yang amat dinantikan.

Kepada petani-petani yang hidupnya porak-poranda diterpa bencana, Presiden mengumumkan kebijakan yang langsung menyentuh jantung persoalan: penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Ini force majeure. Keadaan terpaksa. Bukan karena kelalaian mereka,” tegas Prabowo dengan nada empatik, mengutip istilah hukum yang intinya menyatakan bencana alam sebagai alasan yang tak terelakkan.

Pernyataan itu seperti obat penenang bagi ribuan petani yang selain kehilangan panen, juga terbebani bayang-bayang cicilan.

Beban Ganda Petani yang Terangkat

Bencana yang melanda Sumatera tidak hanya memutus akses jalan dan merusak rumah. Bagi petani, musibah ini adalah pukulan ganda.

Mereka kehilangan sumber penghidupan sekaligus harus tetap memikirkan utang usaha yang pernah diambil untuk modal bibit, pupuk, dan peralatan. Kabar penghapusan KUR dari mulut Presiden secara langsung ibarat mengangkat beban psikologis dan ekonomi yang sangat berat.

Kebijakan ini menunjukkan pendekatan yang komprehensif. Bukan sekadar bantuan logistik darurat, tetapi juga penyelesaian akar masalah ekonomi yang akan menggerogoti daya pulih korban pasca-bencana.

Dengan dihapusnya utang, petani bisa bernapas lega dan fokus pada fase rehabilitasi dan bangkit kembali tanpa dibayangi tunggakan.

Koordinasi Cepat: TNI AD Jadi Ujung Tombak Rekonstruksi

Selain keputusan finansial itu, Prabowo juga menunjukkan gaya kepemimpinannya yang langsung turun tangan. Di lokasi, ia tak hanya berdialog dengan petani, tetapi juga dengan para personel TNI, Polri, relawan, dan tim teknis Kementerian PUPR. Apresiasi tinggi ia berikan untuk kerja keras semua pihak yang bahu-membahu.

Yang menarik, Presiden langsung menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai pimpinan satgas percepatan perbaikan infrastruktur.

Penunjukan ini sangat strategis. Prabowo memanfaatkan logistik, personel, dan kemampuan teknis konstruksi yang dimiliki TNI AD untuk mempercepat pemulihan.

“Beliau punya banyak pasukan, pasukan konstruksi, pasukan pembangunan,” ujar Prabowo, menegaskan bahwa pemulihan bencana adalah operasi besar yang memerlukan disiplin dan sumber daya masif, yang dimiliki TNI.

Langkah ini memangkas birokrasi dan memastikan eksekusi di lapangan berjalan cepat dan terkoordinasi.

Makna Strategis: Jembatan dan Kepercayaan

Peninjauan ke lokasi jembatan bailey yang menghubungkan Medan-Aceh bukanlah hal kebetulan. Jembatan itu adalah simbol dari pulihnya nadi ekonomi dan sosial masyarakat Sumatera. Pemulihannya adalah prioritas utama.

Dengan hadir langsung, mengumumkan kebijakan penghapusan utang, dan menunjuk satgas khusus, Prabowo membangun lebih dari sekadar jembatan beton.

Ia sedang membangun jembatan kepercayaan antara pemerintah dengan rakyat yang terdampak.

Pesannya jelas: negara hadir di saat paling sulit, bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan aksi nyata dan solusi konkret.

Keputusan penghapusan KUR ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi petani Sumatera. Saat infrastruktur fisik dibangun oleh satgas TNI, maka fondasi ekonomi dan harapan masyarakat juga dibangun kembali melalui kebijakan yang empatik ini.

Pemulihan Aceh dan Sumatera pasca-bencana kali ini, dimulai dengan langkah berani membebaskan rakyatnya dari belenggu utang.

Editor : Mahendra Aditya
#bencana Sumatera #bencana Sumatera Barat #Kredit Usaha Rakyat #Bencana Sumatera Utara #Prabowo hapus utang KUR