Pertanyaan:
Saya ingin tahu, bagaimana digitalisasi sebenarnya dapat meningkatkan daya saing UMKM? Lalu, contoh teknologi digital apa saja yang relevan untuk diterapkan?
Jawaban:
Digitalisasi membantu UMKM mengoptimalkan operasional, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas layanan.
Sebagai contoh, pengusaha kopi Muria kini menggunakan aplikasi pembukuan digital untuk mencatat penjualan harian dari warung dan penjualan online.
Hal ini memudahkan pengusaha kopi menyusun laporan keuangan yang dibutuhkan saat mengajukan pinjaman modal ke bank.
Selain itu, banyak UMKM di Kudus telah memanfaatkan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia untuk menjual produk makanan khas maupun batik Kudus ke seluruh Indonesia.
Di bidang promosi, media sosial seperti Instagram dan TikTok digunakan untuk membuat konten kreatif tentang proses pembuatan jenang atau cerita di balik motif batik Kudus.
Strategi ini tidak hanya membangun branding, tetapi juga menarik konsumen milenial yang sebelumnya kurang familiar dengan produk tradisional.
Beberapa UMKM juga sudah mencoba sistem manajemen inventori sederhana agar stok produk tetap terkendali.
Contohnya, pengrajin kerajinan kayu Jepara-Kudus yang menjual produknya online menggunakan aplikasi stok barang agar bisa memenuhi permintaan konsumen tepat waktu.
Selain itu, penggunaan pembayaran digital seperti QRIS mempermudah transaksi bagi konsumen modern.
Penerapan digitalisasi membuat UMKM Kudus lebih efisien, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Efisiensi tercapai lewat operasional cepat dan pencatatan akurat, adaptabilitas terlihat dari strategi pemasaran digital yang mengikuti tren, sementara relevansi muncul karena konsumen menginginkan transaksi praktis dengan pembayaran digital dan pengiriman terintegrasi.
Seluruh aspek ini memperkuat daya saing UMKM, baik di pasar lokal maupun saat merambah pasar nasional hingga internasional. (*)
Oleh: Dr. Nita Andriyani Budiman, S.E., M.Si., Akt., BKP (Dosen Prodi Akuntansi FEB UMK)
Editor : Ali Mustofa