Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gangguan Sinyal Pasca-Bencana Mulai Teratasi, Fokus Pemulihan Kini ke Aceh yang Baru Pulih 60%

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 2 Desember 2025 | 22:10 WIB
Ilustrasi smartphone (Foto : Adrienn/Pexels)
Ilustrasi smartphone (Foto : Adrienn/Pexels)

RADAR KUDUS - Pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera, upaya pemulihan infrastruktur telekomunikasi terus digenjot.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melaporkan kemajuan signifikan, meski tantangan berat masih menghadang, terutama di Provinsi Aceh.

Progress Pemulihan: Sumbar & Sumut di Atas 90%, Aceh Tertinggal

Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, menyatakan bahwa tingkat pemulihan jaringan telekomunikasi seluler telah menunjukkan tren positif.

Di Sumatera Barat, sekitar 95% menara pemancar telah beroperasi kembali, sementara di Sumatera Utara angkanya mencapai 90%. Pemulihan di dua provinsi ini dianggap sangat cepat.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Aceh. Hanya sekitar 60% menara yang sudah berfungsi. Kendala utamanya adalah gangguan pasokan listrik yang belum sepenuhnya normal.

"Untuk Aceh, kendala listrik masih menyebabkan sekitar 60 persen menara tidak beroperasi. Pemerintah bersama operator dan PLN terus bekerja agar layanan segera normal kembali," jelas Meutya.

Secara total, per Senin (1/12/2025) dini hari, masih ada 2.804 menara pemancar yang mengalami gangguan. Rinciannya adalah 1.969 menara di Aceh, 681 di Sumatera Utara, dan 154 di Sumatera Barat.

Baca Juga: Tragedi Banjir-Longsor Sumut: Korban Terus Bertambah, 240 Warga Tewas, 182 Hilang

Strategi Darurat: Genset, Satelit, dan Bantuan TNI

Untuk mengatasi kendala listrik, operator seluler seperti Telkomsel dan XL Axiata telah memobilisasi puluhan hingga ratusan genset (generator set) ke lokasi-lokasi kritis.

Genset menjadi penopang sementara agar menara pemancar bisa beroperasi sebelum pasokan listrik dari PLN pulih total.

Selain itu, teknologi satelit juga dikerahkan. Telkomsel melalui Telkomsat telah menyalurkan layanan satelit Mangostar ke enam posko bencana di tiga provinsi terdampak.

Layanan ini menjadi tulang punggung komunikasi untuk petugas penanggulangan bencana, relawan, dan pengungsi di daerah yang sama sekali terputus akses terestrial.

Pemerintah juga menggandeng TNI untuk mempercepat distribusi material perbaikan dan peralatan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau akibat rusaknya infrastruktur jalan.

Targetnya, pemulihan di Aceh bisa meningkat signifikan dalam empat hari ke depan.

Upaya Operator: Kerja 24 Jam & Bantuan untuk Pengguna

Di lapangan, ribuan personel teknis dari berbagai operator bekerja tanpa henti. "Tim teknis di lapangan terus bekerja intensif selama 24 jam untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap tersedia," ujar Desy Sari Dewi, Regional Group Head XLSmart West Region.

Tak hanya memulihkan jaringan, operator juga memberikan keringanan langsung kepada pelanggan di wilayah terdampak.

Beberapa bentuk bantuan yang diberikan antara lain diskon tarif telekomunikasi, perpanjangan masa aktif kartu perdana secara gratis, serta paket data atau telepon darurat untuk memastikan masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan akses informasi.

Baca Juga: ‘Saya Tak Mengira Sebesar Ini’ — Pengakuan Mengejutkan Kepala BNPB Soal Banjir Sumatra

Tantangan di Lapangan: Bahan Bakar & Medan yang Sulit

Meski progress baik, tim teknis dihadapkan pada tantangan nyata. Keterbatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengoperasikan genset menjadi kendala serius di beberapa lokasi.

Selain itu, medan yang masih tergenang banjir dan tertutup material longsoran membuat perjalanan tim dan pengiriman peralatan menjadi sangat sulit dan berbahaya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari petugas. Informasi resmi terkait bencana dapat diakses melalui kanal https://s.id/TanggapBencanaSumatra.

Dengan upaya bersama dari pemerintah, operator, PLN, dan TNI, diharapkan layanan telekomunikasi di seluruh wilayah terdampak dapat normal kembali dalam waktu dekat, memulihkan salah satu urat nadi vital bagi koordinasi bantuan dan kehidupan masyarakat.

Editor : Mahendra Aditya
#paket siaga peduli telkomsel #Banjir Sumatra Utara #gangguan sinyal #Banjir Sumatra 2025 #telkomsel