Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SIMAK! Fakta-Fakta Terbaru Banjir Bandang dan longsor di Pulau Sumatra

Zakarias Fariury • Selasa, 2 Desember 2025 | 22:12 WIB
Sebuah mobil yang terdampak banjir bandang di Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Minggu (12/5/2024).
Sebuah mobil yang terdampak banjir bandang di Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Minggu (12/5/2024).

RADAR KUDUS -  Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra—Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar)—terus menimbulkan dampak serius.

Berdasarkan data terbaru, total korban meninggal dunia telah mencapai 442 orang, sementara proses evakuasi dan pencarian korban hilang masih intensif dilakukan.

Korban Jiwa dan Pencarian Berlanjut

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, dalam konferensi pers di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumut, Minggu (30/11) petang, mengumumkan peningkatan signifikan jumlah korban.

"Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang," kata Suharyanto.

Tim SAR gabungan yang melibatkan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah masih berupaya keras mempercepat operasi pencarian, pertolongan, dan distribusi logistik di wilayah terdampak.

Akses Terputus dan Krisis Logistik Mencekam

Salah satu tantangan terbesar adalah terputusnya akses ke sejumlah wilayah. Suharyanto memaparkan, jalur Tapanuli menuju Sibolga di Sumut masih belum bisa ditembus karena tertutup longsoran yang membentang hampir 50 kilometer.

"Akses tersebut kemungkinan baru bisa dibuka sepenuhnya dalam 3 hingga 4 hari mendatang," ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di Aceh, khususnya di Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, yang terisolasi total dan hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.

Di Bener Meriah, krisis logistik mengancam sekitar 10.000 jiwa pengungsi. Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mengkhawatirkan stok makanan hanya bisa bertahan dua hari.

Senada, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mendesak Pemerintah Aceh dan Pusat segera mengirim bantuan, mengingat stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di kabupatennya juga habis, menghambat mobilisasi tim penolong.

Baca Juga: Bukan Sekadar Banjir: Mengenal 'Hujan Abadi' yang Mengguncang Planet Kita di Zaman Dinosaurus

Tindak Kriminal dan Dugaan Illegal Logging

Keterlambatan logistik di wilayah terisolasi memicu tindakan penjarahan. Puluhan warga korban banjir di Sibolga, Sumut, dilaporkan menjarah Gudang Bulog Sarudik pada Sabtu (29/11), mengambil karung beras dan minyak goreng. Penjarahan serupa juga terjadi di sejumlah minimarket di Tapanuli Tengah.

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, membenarkan kejadian tersebut namun menyatakan pemerintah tidak sepenuhnya menyalahkan masyarakat. "Kita tidak menyalahkan 100 persen ke masyarakat, tapi kita fokus untuk membagi ke masyarakat," kata Bobby di Tapteng, Minggu.

Di sisi lain, temuan ribuan potongan kayu gelondongan yang memenuhi Pantai Parkit di Kota Padang, Sumbar, setelah banjir bandang memicu dugaan adanya praktik pembalakan liar.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa pihaknya masih menelusuri sumber kayu tersebut, baik dari pohon tumbang, bekas penebangan legal, hingga kemungkinan adanya illegal logging. "Kami memastikan setiap unsur illegal logging tetap diproses sesuai ketentuan," ujar Dwi.

Presiden Prabowo Turun Langsung

Menanggapi bencana ini, Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk penanganan.

Pagi ini, Senin (1/12), Presiden Prabowo terbang langsung ke Tanah Andalas untuk meninjau lokasi-lokasi terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatra. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#banjir aceh #Banjir Sumatra 2025 #banjir badang