Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir dan Longsor Aceh: BNPB Sebut 35 Orang meninggal, 25 hilang, Hampir 5.000 KK Mengungsi

Ali Mustofa • Sabtu, 29 November 2025 | 03:33 WIB

Ilustrasi korban banjir
Ilustrasi korban banjir

RADAR KUDUS - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa hingga Jumat terdapat 35 korban meninggal, 25 orang masih dinyatakan hilang.

Dan delapan warga mengalami luka-luka akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh.

Dalam konferensi pers di Jakarta, ia menyampaikan bahwa bencana tersebut memaksa 4.846 keluarga mengungsi.

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumut: 116 Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh ikut terdampak peristiwa ini.

Untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor, BNPB bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta mengerahkan alat berat melalui tim gabungan.

Suharyanto menegaskan bahwa banjir besar yang terjadi di Aceh baru terjadi kemarin, sehingga pemulihan membutuhkan waktu dan penanganan bertahap.

Selain akses darat, jaringan komunikasi di sejumlah titik juga mengalami gangguan.

Untuk mendukung komunikasi darurat, BNPB telah memasang 28 unit Starlink dan menyediakan sejumlah genset.

Distribusi bantuan logistik dilakukan secara bertahap dan terus ditambah.

Bantuan yang sudah masuk meliputi sembako, makanan siap saji, selimut, matras, mie instan, genset, dan kebutuhan lain, serupa dengan dukungan logistik yang dikirim ke Sumatera Utara.

Baca Juga: Alsintan Rp6 Miliar Mengalir ke Rembang, 300 Unit Sudah Didistribusikan ke Petani

Suharyanto menyebutkan bahwa bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Aceh juga telah tiba menggunakan tiga pesawat Hercules.

Bantuan tersebut antara lain terdiri atas 100 karung beras, 10 koli minyak, 10 dus gula, 25 dus mie instan, 28 unit Starlink, 28 genset, 750 paket mie instan tambahan, 20 LCR, 18 kompresor, tenda, dan perlengkapan lainnya.

Semua bantuan akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam rangkaian bencana di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh, wilayah dengan kerusakan terparah masih berada di Sumut, terutama Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan penanganan bencana di Sumatera.

Baca Juga: 725 Warga Teken Dukungan, AMPB Ajukan Penangguhan Penahanan Botok dan Teguh ke Polresta Pati

Empat pesawat bantuan telah diberangkatkan untuk membawa perlengkapan dalam jumlah besar menuju tiga provinsi terdampak.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pengerahan tiga pesawat Hercules dan satu pesawat A400 dilakukan atas perintah langsung Presiden pada malam sebelumnya.

Editor : Ali Mustofa
#bantuan #meninggal #banjir #aceh #bnpb #longsor