Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragedi Tai Po: Kebakaran Terburuk Hong Kong dalam 50 Tahun, Tewaskan 44 Orang, Ratusan Masih Hilang

Ali Mustofa • Kamis, 27 November 2025 | 22:56 WIB
Pemadam Kebakaran Hong Kong saat memadamkan api di Tai Po, Rabu (26/11).
Pemadam Kebakaran Hong Kong saat memadamkan api di Tai Po, Rabu (26/11).

RADAR KUDUS – Kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11), menjadi salah satu insiden paling mematikan di wilayah tersebut dalam lebih dari setengah abad terakhir.

Kobaran api yang muncul sejak sore hari menjalar cepat dan menimbulkan dampak luas bagi ribuan penghuni.

Puluhan orang dinyatakan tewas, sementara ratusan lainnya belum ditemukan.

Baca Juga: Penanganan Sampah di Kudus Kian Nyata, Mesin RDF Sudah 85 Persen Beroperasi Awal Tahun

Menurut laporan Reuters, Kamis (27/11), otoritas Hong Kong mengonfirmasi sedikitnya 44 korban jiwa, termasuk seorang anggota pemadam kebakaran.

Selain itu, 45 korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit dan berada dalam kondisi kritis.

Pemerintah turut melaporkan 279 penghuni tidak dapat dihubungi, dan sekitar 900 orang telah dievakuasi ke delapan titik pengungsian.

Pemimpin Hong Kong, John Lee, menyatakan pemerintah memantau situasi dengan cermat.

Seorang lansia bermarga Chu, 70 tahun, yang kembali ke kompleksnya setelah bermalam di rumah teman, mengaku terkejut melihat blok tempat tinggalnya masih dilalap api.

Warga lain, Y.Y. Chan (68), hanya bisa menunggu di luar sambil menatap apartemennya. “Kami tidak punya pilihan lain selain menerima keadaan ini,” ucapnya.

Tragedi di Wang Fuk Court ini mengingatkan publik pada kasus Grenfell Tower di London tahun 2017 yang merenggut 72 korban jiwa.

Baca Juga: Inilah Penyebab Harapan Hidup Korea Selatan Termasuk Tertinggi di Dunia

Kebakaran di Tai Po kini tercatat sebagai yang paling mematikan di Hong Kong dalam lebih dari 50 tahun.

Penyelidikan Grenfell sebelumnya menyoroti pemasangan cladding mudah terbakar dan lemahnya aturan bangunan.

Namun hingga kini, penyebab kebakaran di Hong Kong belum ditemukan dan api pun belum sepenuhnya padam.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, turut menyampaikan belasungkawa melalui platform X, memuji dedikasi petugas pemadam kebakaran dan berharap korban hilang segera ditemukan.

Hong Kong dikenal sebagai salah satu kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia dan harga properti yang melambung.

Baca Juga: Penanganan Sampah di Kudus Kian Nyata, Mesin RDF Sudah 85 Persen Beroperasi Awal Tahun

Distrik Tai Po sendiri dihuni sekitar 300 ribu orang, dengan Wang Fuk Court menyediakan hampir 2.000 unit bagi lebih dari 4.600 penduduk.

Kompleks ini merupakan bagian dari program rumah bersubsidi dan telah dihuni sejak 1983.

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 14.51 waktu setempat (13.51 WIB).

Status bahaya meningkat cepat, dari peringatan No. 3 menjadi No. 4, dan mencapai level tertinggi No. 5 pada pukul 18.22.

Tragedi ini diperkirakan dapat kembali memicu ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah, apalagi menjelang pemilu legislatif awal Desember mendatang.

Harga hunian yang tidak terjangkau telah lama menjadi masalah sosial di kota tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, polisi menyebut total 44 korban meninggal, sedangkan ratusan lainnya belum ditemukan.

Banyak penghuni diduga terperangkap di unit masing-masing saat api merambat sangat cepat ke berbagai blok.

Baca Juga: Comeback! Mahalini Siapkan Konser Perdana Bertajuk ‘KOMA’ 2026

Video dan foto yang tersebar memperlihatkan langit kota gelap akibat asap tebal, sementara kobaran api menjulang tinggi dari beberapa menara hunian.

Hingga malam hari, petugas belum dapat memadamkan api secara keseluruhan.

Penyebab kebakaran masih diselidiki, namun api diperkirakan menyebar cepat melalui scaffolding bambu yang menutupi bangunan karena sedang dilakukan renovasi besar-besaran.

Menteri Keamanan Hong Kong, Chris Tang, menyebut pola perambatan api tampak “mencurigakan”, termasuk dugaan penggunaan polystyrene untuk menutup jendela selama renovasi.

Sekurangnya 45 korban luka dirawat dalam kondisi serius. Di antara korban tewas terdapat seorang petugas pemadam kebakaran bernama Ho Wai-ho (37), yang ditemukan tak sadarkan diri sekitar 30 menit setelah komunikasi dengannya terputus.

Baca Juga: Perjalanan Panjang Sang ‘Kakek Nasional’ Korea: Ini Drama dan Film Populer yang Pernah Dimainkan

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Pemerintah akan memberikan dukungan penuh,” ujar seorang pejabat pemerintah yang memantau proses evakuasi.

Upaya penyelamatan terhambat oleh tingginya suhu di dalam gedung serta puing-puing yang terus berjatuhan.

“Kami kesulitan menembus lantai atas karena panas ekstrem,” tutur Deputi Direktur Layanan Pemadam Kebakaran, Derek Armstrong Chan.

Sejumlah blok sekitar turut dikosongkan dan beberapa tempat penampungan didirikan. Namun salah satu shelter harus ditutup karena dinilai tidak aman akibat api yang semakin membesar.

Hingga larut malam, warga terus berdatangan untuk melaporkan anggota keluarga yang hilang. Petugas menyebut jumlah final korban hilang belum bisa dipastikan.

Di sekitar lokasi, akses jalan ditutup, dan lebih dari 30 rute bus dialihkan oleh Departemen Transportasi Hong Kong.

Wang Fuk Court terdiri dari delapan menara, tujuh di antaranya terdampak. Ledakan disebut terjadi di beberapa titik, dan selang pemadam kesulitan menjangkau lantai paling atas.

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #bangunan #hong kong #korban jiwa