RADAR KUDUS - Istilah "nonchalant" tengah menjadi buah bibir di media sosial.
Tren ini bukan hanya digemari anak muda, tetapi juga diikuti selebriti.
Salah satunya Yura Yunita dan suaminya, Donny Maula, yang mengunggah video dengan caption "nonchalantly melindungi sang istri", sehingga istilah tersebut semakin ramai diperbincangkan.
Apa Itu Nonchalant?
Menurut laman She Knows, kata "nonchalant" menggambarkan sikap santai dan tidak menunjukkan kepedulian berlebih.
Sementara Merriam-Webster mendefinisikannya sebagai gaya yang tampak tenang, tidak terpengaruh, dan terlihat acuh tanpa drama.
Secara sederhana, nonchalant adalah sikap cuek elegan—seolah tidak berusaha keras tetapi tetap terlihat keren.
Fenomena ini viral karena banyak pengguna media sosial, terutama generasi Z, ingin tampil natural, tidak ribut, dan tidak terlihat terlalu berambisi mencari perhatian. Kesan “cool tanpa usaha” menjadi daya tarik utamanya.
Para psikolog menilai bahwa bersikap nonchalant bisa menjadi mekanisme untuk tetap stabil dalam situasi sosial yang penuh tekanan.
Sikap tersebut membuat seseorang terlihat lebih percaya diri dan tidak panik.
Dampak Positif dan Negatif Tren Nonchalant
Seperti tren gaya hidup lain, nonchalant memiliki dua sisi:
Dampak Positif
- Mengurangi tekanan untuk tampil sempurna
- Mendorong rasa percaya diri tanpa butuh validasi sosial
- Membantu seseorang mengontrol respons emosional
Dampak Negatif
Jika diterapkan berlebihan, pola ini bisa berubah menjadi sikap menghindari emosi, enggan membuka diri, sulit meminta bantuan, bahkan membuat hubungan sosial menjadi jauh.
Beberapa ahli mengingatkan bahwa menekan perasaan bukan solusi dan dapat memicu stres atau masalah kesehatan mental.
Dengan semakin banyak publik figur yang mengadopsinya, tren nonchalant diprediksi masih akan bertahan sebagai gaya ekspresi diri digital.(laura)
Editor : Ali Mustofa