Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

111 Kali Layanan Makan Disiapkan untuk Jemaah Haji 2026, Ini Rincian Pembagiannya

Iwan Arfianto • Rabu, 26 November 2025 | 17:09 WIB

 

Petugas Haji Indonesia
Petugas Haji Indonesia

Jakarta – Pemerintah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi jumlah, kualitas, maupun ketepatan waktu penyajian.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terkait kebutuhan makanan sehari-hari.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan bahwa pelayanan konsumsi menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan haji tahun depan.

Di Madinah, jemaah akan mendapatkan jatah 27 kali makan, masing-masing tiga kali sehari selama masa tinggal.

"Jemaah di Madinah menerima konsumsi penuh dengan tiga kali penyajian: pagi, siang, dan malam. Kami memastikan layanan berjalan disiplin agar tidak mengganggu rangkaian ibadah," ujar Gus Irfan.

Ia menambahkan bahwa waktu distribusi sarapan harus berlangsung lebih awal. Jadwal ditetapkan antara pukul 05.00–05.30 WAS, sedangkan makan siang pada pukul 11.00–11.30, dan makan malam pada 17.00–17.30 WAS.

Selain konsumsi reguler, jemaah juga akan dibekali paket makanan khusus untuk perjalanan darat dari Madinah menuju Makkah.

Paket tersebut dirancang agar jemaah tetap mendapatkan asupan yang cukup selama perjalanan yang biasanya memakan waktu lama.

Setibanya di Makkah, jemaah akan memperoleh layanan konsumsi yang lebih besar mengingat masa tinggal yang lebih panjang. Total 84 kali makan telah disiapkan, tetap dengan pola tiga kali dalam sehari.

Menurut Gus Irfan, menu yang disusun mengutamakan aspek gizi dan energi jemaah, terutama karena ibadah di Makkah membutuhkan lebih banyak stamina.

Hidangan mencakup nasi, sumber protein, sayuran, buah, serta air minum yang disediakan sesuai standar kesehatan.

"Setiap menu dirancang agar mampu memenuhi kebutuhan gizi jemaah selama menjalankan ibadah haji," katanya.

Jadwal distribusi makanan di Makkah pun mengikuti pola yang sama seperti di Madinah: makan pagi pukul 05.00, makan siang pukul 11.00, dan makan malam pukul 17.00.

Jika dihitung secara keseluruhan, jemaah haji Indonesia tahun 2026 akan menerima 111 kali layanan makan selama berada di Tanah Suci.

Pemerintah berharap penguatan layanan konsumsi ini dapat membantu jemaah tetap sehat, bertenaga, dan fokus menjalankan rangkaian ibadah haji.

Dengan penataan waktu yang disiplin, pengawasan gizi yang ketat, serta penyediaan menu yang lebih variatif dan sesuai kebutuhan, layanan konsumsi haji 2026 disebut menjadi salah satu yang paling komprehensif dalam beberapa tahun terakhir.

Editor : Mahendra Aditya
#Menteri Haji dan Umrah #Haji 2026 #jemaah haji #Mochammad Irfan Yusuf #Komisi VIII DPR RI