RADAR KUDUS – Sebuah pesawat jenis GA28 Airplane milik PT Wise Air terpaksa melakukan pendaratan darurat di area persawahan wilayah Karawang, Jawa Barat.
Insiden itu terjadi setelah pesawat mengalami gangguan mesin ketika berada di ketinggian ribuan kaki.
Pilot pesawat, Kapten Eko Agus Nugroho, menceritakan kembali momen kritis tersebut.
Baca Juga: Diskon 30% Tiket Kereta untuk Libur Nataru, Ini Daftar KA dari Pasar Senen & Gambir
Pesawat yang awalnya dijadwalkan mendarat di Cirebon itu mulai menunjukkan masalah saat mencapai ketinggian 5.500 kaki.
Menurut Kapten Eko, mesin mendadak kehilangan tenaga.
“Begitu pesawat naik hingga 5.500 kaki, tiba-tiba tenaga mesin turun drastis, mengalami loss power,” ujarnya saat berbincang dengan Bupati Karawang Aep Syaepuloh dan jajaran Forkopimda, Sabtu (22/11/2025), dikutip dari Antara.
Dalam hitungan detik, pesawat merosot cepat hingga hanya berada di ketinggian 500 kaki.
Melihat kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan, Kapten Eko memutuskan melakukan pendaratan darurat di persawahan sekitar Desa Kertawaluya.
Ia menjelaskan bahwa pesawat lepas landas dari Bandara Budiharto, Tangerang menuju Bandara Cakrabuana, Cirebon pada pukul 13.50 WIB.
Beruntung, lima awak yang berada di dalam pesawat berhasil selamat tanpa mengalami luka serius.
Baca Juga: Jaga Kualitas BBM Subsidi, Pemkab Kudus Pastikan Tidak Ada Pertalite Campuran Beredar di Kota Kretek
Seluruh kru langsung menjalani pemeriksaan medis sesaat setelah dievakuasi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan membenarkan bahwa pesawat tersebut mengalami gangguan teknis saat terbang.
“Diduga terjadi technical error berupa loss power. Pesawat akhirnya mendarat darurat sekitar pukul 14.20 WIB di area pesawahan Dusun Waluya, Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya,” terang Hendra, Jumat (21/11).
Sementara itu, Polres Karawang memastikan bahwa seluruh awak pesawat dalam keadaan selamat.
Informasi awal yang diterima menyebutkan lokasi pendaratan berada di kawasan persawahan Desa Kertawaluya.
Baca Juga: Misteri Kematian Dosen Untag Semarang di Hotel, Bercak Darah Ditemukan di Tubuh Korban
Pesawat dalam kondisi utuh, hanya bagian moncong dan baling-baling yang terlihat menancap ke tanah.
Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menjelaskan bahwa warga setempat menjadi pihak pertama yang mengetahui jatuhnya pesawat tersebut.
Mereka melihat pesawat meluncur rendah sebelum akhirnya berhenti di pematang sawah.
Hingga kini, penyelidikan penyebab pasti gangguan mesin masih berlangsung.
“Tim gabungan sedang melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi,” katanya.
Informasi mengenai insiden ini pun cepat menyebar di media sosial dan grup WhatsApp.
Meski demikian, Polres Karawang kembali menegaskan tidak ada korban jiwa maupun korban tambahan di darat.
Kapten Eko kemudian menjelaskan alasan memilih persawahan sebagai lokasi pendaratan.
Baca Juga: Tiga Korban Belum Ditemukan, Tim SAR Sisir Dua Titik Utama di Longsor Cilacap
Menurutnya, pada ketinggian 1.000 kaki ia melihat area sawah yang cukup aman dan jauh dari permukiman.
Keputusan tersebut diambil untuk meminimalkan risiko bagi kru dan warga sekitar.
“Prioritas saya menyelamatkan semua awak. Alhamdulillah semuanya selamat tanpa cedera,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi sawah yang basah dan baru dipanen cukup membantu proses pendaratan mendadak tersebut.
Identitas Lima Awak Pesawat:
-
Pilot: Eko Agus Nugroho (46)
-
Co-pilot: Ibnu Barkah Romadioni (33)
-
Teknisi: Rizky Dwi Andrea (38), Nur Andi Lesmana (30)
-
Kru Cadangan: Wilmar Eko Baryano (48)