RADAR KUDUS - Kementerian Sosial (Kemensos) memulai babak baru dalam dunia pendidikan Indonesia dengan menyalurkan 16.000 laptop kepada siswa dan guru di Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Langkah besar ini menjadi bagian dari program nasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa distribusi perangkat pembelajaran digital tersebut telah dimulai sejak awal November 2025, dan kini telah menjangkau sebagian besar penerima manfaat.
“Kalau kemarin masih dalam tahap proses, sekarang sudah mulai dibagi ke sekolah-sekolah rakyat di berbagai daerah. Sebagian besar sudah menerima laptop itu,” ujar Gus Ipul di sela kunjungannya ke Taman Makam Pahlawan Taruna, Kota Tangerang, Rabu (12/11/2025).
Satu Siswa Satu Laptop
Dalam program ini, setiap siswa di Sekolah Rakyat mendapatkan satu unit laptop, begitu pula para guru yang ikut mendukung proses belajar-mengajar.
“Sekitar 16 ribu siswa semuanya mendapat laptop. Gurunya juga kami berikan perangkat serupa, supaya pembelajaran berjalan seimbang antara pengajar dan peserta didik,” ungkap Gus Ipul.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden Prabowo, yang menilai bahwa kesenjangan akses digital di kalangan pelajar harus segera ditutup.
“Perintah dari Bapak Presiden jelas — setiap siswa Sekolah Rakyat harus punya sarana pembelajaran digital yang layak. Laptop ini bukan hanya alat bantu, tapi pintu menuju masa depan pendidikan yang lebih maju,” tambahnya.
Baca Juga: PSIS dan Sriwijaya FC Dibantai, Persela Malah Pesta Gol di Derbi Jatim
Distribusi Bertahap ke 165 Sekolah Rakyat
Kemensos mencatat, total 165 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia menjadi penerima program ini. Penyaluran dilakukan bertahap untuk memastikan setiap perangkat benar-benar sampai ke tangan siswa yang berhak.
“Pengadaannya sudah selesai, sekarang tinggal proses distribusi yang dilakukan secara berurutan. Kami ingin pastikan tidak ada siswa yang terlewat,” jelasnya.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif besar pemerintah dalam pemerataan akses teknologi pendidikan, terutama bagi siswa di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Melalui pemberian laptop, diharapkan mereka bisa mengakses materi pembelajaran digital, pelatihan daring, serta berbagai sumber ilmu global.
Dukungan Infrastruktur Pendidikan
Tak hanya memberikan perangkat, Kementerian Sosial juga berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga lain untuk memastikan infrastruktur pendukung seperti jaringan internet, pelatihan guru, dan perangkat lunak pembelajaran berjalan optimal.
Menurut Gus Ipul, pembelajaran digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar di era modern yang harus diikuti oleh seluruh lapisan pendidikan.
“Kalau dulu buku menjadi sumber utama pengetahuan, sekarang teknologi menjadi jembatannya. Laptop-laptop ini adalah simbol transformasi pendidikan rakyat,” ujarnya dengan tegas.
Kunjungan ke TMP Taruna: Menghormati Para Pahlawan
Di sela pelaksanaan program, Gus Ipul juga menyempatkan diri berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna Daan Mogot, Kota Tangerang.
Dalam kunjungan itu, ia memimpin doa dan tabur bunga di makam Subianto Djojohadikusumo, paman dari Presiden Prabowo Subianto, serta Mayor Daan Mogot, tokoh muda yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan.
Bagi Gus Ipul, ziarah tersebut bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga pengingat nilai perjuangan dan pengorbanan yang harus diteruskan oleh generasi muda melalui pendidikan.
“Kita tidak lagi berjuang dengan senjata, tapi dengan ilmu dan teknologi. Ini bagian dari cara kita menghormati semangat para pahlawan,” katanya.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke-10 Liga 2 Championship 2025/2026
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mensos sekaligus program pembagian laptop tersebut. Ia menilai langkah itu menjadi penyemangat baru bagi masyarakat dan dunia pendidikan daerah.
“Kehadiran Pak Mensos memberi semangat bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan situs-situs bersejarah seperti TMP Taruna. Di sisi lain, program pendidikan digital seperti ini memberi harapan besar bagi anak-anak muda,” ujarnya.
Menurut Sachrudin, program pembagian laptop ini tidak hanya membantu dari sisi fasilitas, tetapi juga menanamkan semangat belajar dan inovasi di kalangan pelajar.
“Perjuangan sekarang bukan lagi di medan perang, melainkan di ruang kelas. Laptop-laptop itu adalah senjata baru bagi generasi muda kita,” katanya.
Langkah Strategis Menuju Generasi Cerdas Digital
Program “Satu Siswa, Satu Laptop” yang dijalankan Kemensos bersama pemerintah pusat menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia sedang bergerak cepat.
Dengan dukungan perangkat teknologi, siswa Sekolah Rakyat kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mengeksplorasi potensi diri, belajar mandiri, serta berkompetisi di era global.
Gus Ipul menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi literat digital yang cerdas dan adaptif.
“Kalau anak-anak ini terbiasa menggunakan teknologi untuk belajar sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya menutup.
Editor : Mahendra Aditya