Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

K.H. Sholeh Darat, Sang Guru Ulama Besar yang Didorong Jadi Pahlawan Nasional

Ali Mustofa • Rabu, 12 November 2025 | 15:25 WIB

Pintu masuk ke Makam KH Sholeh Darat di TPU Bergota Semarang Jumat (15/7).
Pintu masuk ke Makam KH Sholeh Darat di TPU Bergota Semarang Jumat (15/7).

RADAR KUDUS – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan International Seminar on “The Legacy of K.H. Sholeh Darat for Indonesian Independence as the Basis for Proposal of the National Hero Title” di Ballroom Rama Shinta, Patra Semarang Hotel & Convention, Selasa (11/11).

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk ulama kharismatik asal Semarang, Kiai Haji Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani atau lebih dikenal sebagai K.H. Sholeh Darat.

Seminar internasional tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Arsip Nasional RI (ANRI) Mego Pinandito, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, Ketua BAZNAS Jawa Tengah, jajaran Forkopimda Kota Semarang, serta akademisi dan ulama dari berbagai daerah.

Baca Juga: Mengenal Sosok Nayla Hasna Nafisah, Mahasiswi UMK Kudus Perintis Media Belajar Disabilitas yang Meraih Penghargaan Internasional

Dari luar negeri, turut hadir tiga narasumber bergengsi: Dr. Suryadi, M.A. dari Leiden University (Belanda), Prof. Dr. Mohd. Roslan Bin Mohd. Nor dari Universiti Malaya (Malaysia), dan Prof. Dr. Khairudin Al Juned dari National University of Singapore (Singapura).

Para pembicara tersebut memaparkan peran besar K.H. Sholeh Darat dalam memperkuat semangat kemerdekaan, membangun pemikiran Islam yang moderat, serta membentuk karakter nasionalisme di Nusantara.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang hadir mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng, menyampaikan dalam sambutan tertulisnya bahwa perjuangan K.H. Sholeh Darat dilakukan melalui dakwah dan ilmu pengetahuan, bukan peperangan fisik.

“Beliau adalah ulama yang berjuang lewat pena, bukan pedang. Pemikiran dan karya K.H. Sholeh Darat memberi warna bagi Islam Nusantara yang damai, terbuka, dan cinta tanah air. Banyak murid beliau kelak menjadi tokoh besar, seperti K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Ahmad Dahlan,” ujar Iswar.

Ia menambahkan, Pemkot Semarang bersama masyarakat serta Nahdlatul Ulama terus berupaya melengkapi arsip dan dokumen pendukung agar proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional berjalan semakin kuat.

Sementara itu, Kepala ANRI, Mego Pinandito, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Semarang. Ia menilai, perjuangan K.H. Sholeh Darat merupakan wujud jihad intelektual yang melawan kebodohan dan menumbuhkan kesadaran bangsa.

“Jika Pangeran Diponegoro berjuang dengan senjata, maka Kiai Sholeh Darat berjuang lewat ilmu dan naskah. Itu adalah bentuk jihad intelektual yang membangun fondasi kebangkitan nasional,” jelasnya.

Baca Juga: Ingin Jadi Orang Penting dan Dibutuhkan? Begini Rahasianya

Mego juga mengimbau masyarakat agar turut membantu ANRI dalam pelacakan dan pengumpulan naskah, kitab, maupun arsip asli karya K.H. Sholeh Darat untuk kemudian dilakukan restorasi dan digitalisasi.

Dalam pandangan Wali Kota Agustina Wilujeng, pengajuan gelar Pahlawan Nasional bagi K.H. Sholeh Darat merupakan bentuk penghormatan atas jasa besar beliau dalam mencerdaskan umat.

“Beliau bukan hanya ulama, tetapi juga pendidik visioner yang menyalakan semangat kebangsaan. Melalui karya-karyanya dalam bahasa Jawa Pegon, K.H. Sholeh Darat membuka akses ilmu agama bagi masyarakat dan menanamkan semangat merdeka di masa penjajahan,” tulis Agustina dalam sambutannya.

Selain sesi pemaparan, seminar juga menampilkan diskusi lintas negara yang membahas transliterasi naskah Pegon, tafsir, serta jaringan ulama Jawa–Haramain.

Para peserta sepakat, pelestarian dan digitalisasi karya-karya K.H. Sholeh Darat penting agar bisa diakses generasi muda.

Melalui kolaborasi antara Pemkot Semarang, ANRI, perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat, diharapkan proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi K.H. Sholeh Darat dapat segera terwujud sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar beliau terhadap bangsa dan agama.

Editor : Ali Mustofa
#KH Sholeh Darat #pemkot semarang #anri #pahlawan nasional #universitas diponegoro