Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prabowo Pilih Arif Satria, Rektor IPB Dilantik Jadi Kepala BRIN

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 11 November 2025 | 00:18 WIB

 

Presiden RI, Prabowo Subianto
Presiden RI, Prabowo Subianto

JAKARTA – Langkah besar diambil Presiden Prabowo Subianto pada Senin (10/11/2025).

Dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Prabowo resmi melantik Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Arif Satria, sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bersamaan dengan itu, Laksdya (Purn) Amarulla Octavian kembali dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala BRIN.

Pelantikan tersebut menandai babak baru arah kebijakan riset dan inovasi di Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo.

Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol dari keinginan pemerintah memperkuat fondasi riset nasional dengan memadukan kekuatan akademik, teknologi, dan kebijakan negara.

Dari Kampus IPB ke Panggung Nasional

Sosok Arif Satria bukan nama asing di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Sejak 2017, ia memimpin IPB University dengan reputasi gemilang, membawa kampus tersebut masuk ke jajaran universitas terbaik Asia.

Dikenal sebagai Guru Besar Ekologi Politik, Arif juga pernah menjadi dekan termuda di IPB, membuktikan kapasitas akademiknya di usia muda.

Dengan gaya kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif, Arif kerap mendorong transformasi riset di bidang pangan, lingkungan, dan kebijakan pertanian.

Ia dikenal sebagai figur yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebijakan publik. Kini, tanggung jawabnya meluas ke level nasional, menakhodai lembaga riset terbesar di Indonesia.

“Saya akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya, dan penuh tanggung jawab,” ucap Arif dalam sumpah jabatannya di hadapan Presiden Prabowo dan jajaran pejabat negara.

Amarulla Octavian, Tetap di Posisi Strategis

Selain Arif, Laksamana Madya (Purn) Amarulla Octavian kembali dilantik sebagai Wakil Kepala BRIN. Lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1988 ini bukan sosok baru dalam dunia penelitian militer dan maritim.

Sebelumnya, ia pernah menjadi ajudan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, serta aktif dalam berbagai lembaga strategis pertahanan dan inovasi.

Pelantikan ulang Amarulla dianggap sebagai bentuk kesinambungan kebijakan. Di tengah ambisi Prabowo membangun Indonesia sebagai kekuatan teknologi baru di Asia Tenggara, keberadaan figur militer berpengalaman seperti Amarulla dinilai penting untuk menjaga stabilitas kelembagaan dan arah strategis BRIN.

Misi Besar BRIN: Dari Laboratorium ke Industri

Pelantikan Arif Satria membawa harapan baru bagi kalangan peneliti, akademisi, dan pelaku industri.

Di bawah kepemimpinannya, BRIN diharapkan tidak hanya menjadi lembaga birokratis, tetapi pusat inovasi nasional yang mampu menghasilkan terobosan nyata—dari laboratorium hingga aplikasi industri.

Visi ini sejalan dengan pesan Prabowo dalam berbagai kesempatan: mempercepat hilirisasi riset, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan hasil penelitian dapat berkontribusi langsung pada kesejahteraan rakyat.

Langkah Arif di IPB sebelumnya telah menunjukkan arah tersebut. Ia dikenal menekankan pentingnya “science for society”, yaitu riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong kemandirian bangsa dalam bidang pangan, energi, serta lingkungan.

Undangan Mendadak dari Istana

Sebelum upacara pelantikan, Arif Satria sempat menceritakan proses singkat sebelum dirinya resmi dilantik. Ia mengaku mendapat undangan mendadak dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, sekitar pukul 12.30 siang.

“Pak Seskab mengundang saya untuk segera ke Istana, katanya ada rapat. Saya belum tahu detailnya, tapi ternyata untuk pelantikan,” ujar Arif dengan senyum tenang.

Kisah undangan mendadak ini menambah warna tersendiri dalam pelantikannya—menunjukkan bagaimana keputusan politik dan kepercayaan presiden bisa datang dalam waktu singkat, namun penuh makna strategis.

Simbol Kepercayaan Prabowo pada Dunia Akademik

Penunjukan Arif Satria dianggap sebagai bukti nyata kepercayaan Presiden Prabowo terhadap peran akademisi dalam pembangunan nasional.

Selama ini, BRIN kerap menjadi sorotan karena tantangan birokrasi dan integrasi lembaga riset yang kompleks.

Dengan latar belakang akademisi sekaligus pemimpin institusi besar, Arif dinilai mampu membawa semangat baru yang lebih adaptif, transparan, dan inovatif.

Beberapa pengamat menilai langkah ini sebagai strategi Prabowo memperkuat basis ilmu pengetahuan dalam kebijakan pembangunan nasional.

Pemerintah dinilai ingin menjadikan riset sebagai tulang punggung kemandirian bangsa, terutama dalam era globalisasi teknologi dan krisis sumber daya.

Arah Riset Nasional di Era Prabowo

Dengan dilantiknya Arif Satria, publik kini menanti arah baru BRIN dalam lima tahun ke depan.

Tantangan terbesar adalah memperkuat kolaborasi antara peneliti, industri, dan pemerintah daerah.

Selain itu, BRIN juga diharapkan menjadi motor utama inovasi untuk pertanian cerdas, bioteknologi, energi terbarukan, dan keamanan pangan nasional.

Dalam konteks geopolitik global, Indonesia membutuhkan lompatan besar dalam riset strategis agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen pengetahuan.

Arif Satria—dengan pengalaman akademik dan jaringan internasionalnya—diyakini mampu membawa semangat perubahan tersebut.

Pelantikan Arif Satria bukan hanya pergantian jabatan, tetapi simbol arah baru pemerintahan Prabowo dalam menempatkan riset sebagai ujung tombak pembangunan.

Dengan latar akademik kuat, integritas, dan pengalaman kepemimpinan, Arif kini memikul tanggung jawab besar: mengubah wajah riset Indonesia menjadi lebih relevan, produktif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Era baru BRIN dimulai—dan sorotan publik kini tertuju pada sejauh mana duet Arif Satria dan Amarulla Octavian dapat mewujudkan ambisi besar itu.

Editor : Mahendra Aditya
#arif satria #prabowo subianto #Rektor IPB Arif Satria #kepala brin