Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Santri di Aceh Bakar Asrama Pesantren karena Dendam Dibully Teman-Temannya

Iwan Arfianto • Jumat, 7 November 2025 | 20:13 WIB
ilustrasi kebakaran.
ilustrasi kebakaran.

RADAR KUDUS - Aksi nekat dilakukan seorang santri di Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Santri tersebut membakar Pondok Pesantren Babul Maghfirah di Gampong Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, lantaran sakit hati setelah menjadi korban bullying dari teman-temannya.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Joko Heri Purwono mengatakan, pelaku mengaku membakar asrama pesantren karena tak tahan sering dihina dan direndahkan oleh sesama santri.

“Pelaku mengaku sering menjadi korban bullying. Ia sering dipanggil idiot dan tolol oleh beberapa temannya di pondok,” kata Joko kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sengaja membakar gedung asrama dengan maksud agar barang-barang milik para santri yang sering membully dirinya ikut habis terbakar.

“Tujuannya agar semua barang milik teman-teman yang sering mengejeknya terbakar habis,” tambah Joko.

Kebakaran terjadi pada Jumat (31/10) dini hari.

Salah satu santri melihat api mulai membesar di lantai dua asrama putra yang sudah lama kosong.

Santri tersebut segera membangunkan rekan-rekannya untuk menyelamatkan diri.

Api dengan cepat merambat ke arah kantin dan rumah salah satu pembina yayasan.

Beberapa unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi akhirnya berhasil memadamkan api, namun sebagian besar bangunan ludes terbakar.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan sosok pelaku mengenakan hoodie hitam saat membakar gedung.

“Pelaku masih di bawah umur dan merupakan santri asal Aceh Besar. Kami masih mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya laporan atau aduan terkait bullying yang dialaminya,” jelas Joko.

Akibat kebakaran tersebut, asrama putra, kantin, rumah pembina, serta sejumlah barang milik santri lainnya hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Editor : Ali Mustofa
#pondok pesantren #Santri #bullying