Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Enam Mahasiswa KKN Hanyut di Sungai Kendal Lima Ditemukan Meninggal, Satu di Antaranya Warga Jepara

Fikri Thoharudin • Rabu, 5 November 2025 | 17:14 WIB
SOLID: Tim SAR Gabungan tengah melakukan pencarian terhadap korban hanyut di Tubing Genting, Jolinggo, Desa Wates, Kecamatan Singorojo, Kendal pada Rabu (5/11).
SOLID: Tim SAR Gabungan tengah melakukan pencarian terhadap korban hanyut di Tubing Genting, Jolinggo, Desa Wates, Kecamatan Singorojo, Kendal pada Rabu (5/11).

KENDAL – Peristiwa nahas terjadi di aliran Tubing Genting, Dusun Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Selasa (4/11).

Enam mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dilaporkan hanyut saat bermain air di area sungai tersebut. 

Hingga Rabu (5/11) pukul 09.45 hari, lima orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyebutkan dari hasil identifikasi, diketahui salah satu korban meninggal merupakan warga Kabupaten Jepara.

Ia adalah Muhammad Jibril Asyarofi, 21, asal Jl. Ratu Kalinyamat, RT 6/RW 9, Kelurahan Krapyak, Kecamatan ahunan, Kabupaten Jepara.

Sedangkan empat korban lainnya yang juga telah ditemukan meninggal dunia warga Pemalang, Riska Amelia dan Syifa Nadilah berusia 21 tahun.

Kemudian warga Pekalongan, Muhammad Labib Risqi, 21/L. Serta Bima Pranawira, 21, asal Gresik.

"Saat ini masih proses pencarian survivor Nabila Yulian Dessi Pramesti, 21, asal Bojonegoro," terangnya Rabu (5/11).

Pihaknya menuturkan kronologi awal kejadian. Mulanya peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (4/11) sekitar pukul 13.53. 

Menurut informasi awal yang dikabarkan oleh BPBD Kendal, 6 dari 15 mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang tersebut sedang bermain air di sungai (kecehan).

Namun, arus yang pada saat itu landai tiba-tiba terjadi banjir bandang, disebabkan daerah atas hujan deras. Lantas enam mahasiswa KKN tersebut hanyut terseret arus.

Menurutnya, Tim SAR gabungan dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran terus dilakukan dari titik nol lokasi kejadian hingga ke arah hilir di wilayah Banyuringin.

Dalam pembagiannya, SRU 1 menyisir dari LKK hingga Kedung Lantingan dengan delapan personel, SRU 2 dari Kedung Lantingan ke Jolinggo 1 dengan 12 personel.

SRU 3 dari Jolinggo 1 ke Jolinggo 2 dengan lima personel, dan SRU 4 dari Jolinggo 2 ke Banyuringin dengan lima personel.

Dalam pencarian turut melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kendal, Basarnas Semarang, Polsek dan Koramil Singorojo, Damkar Kendal, PMI Kendal, SAR Arnavat Polres Kendal, MDMC, LPBI NU, Ubaloka, Bodri Rafting, IOF, dan relawan masyarakat.

Kendala utama tim di lapangan adalah derasnya arus sungai serta kondisi medan yang licin dan terjal. Meski demikian, operasi pencarian terus dilakukan dengan harapan satu korban segera ditemukan.

"Personil BPBD Jepara yang turut BKO di Kendal saat ini ialah Arif Wahyudin (Koordinator), Sriyono, Agus Suprianto dan Akmal (TRC)," sebutnya.

Pihaknya berharap agar pencarian terhadap satu survivor atau korban dapat segera menemukan titik terang.

"Sampai saat ini lima orang ditemukan meninggal dunia, satu di antaranya asal Bojonegoro masih dalam pencarian," pungkasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #hanyut #Singorojo #walisongo #UIN #kkn #tubing