REMBANG – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang merekrut 10 tenaga keamanan melalui skema outsourcing untuk mengisi kekosongan personel di delapan pasar tradisional.
Langkah ini diambil sebagai solusi darurat di tengah moratorium rekrutmen pegawai honorer (THL), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan ASN dari pemerintah pusat.
Informasi yang dihimpun, pihak ketiga yang terpilih adalah PT Adhinata Tata Karya, berkantor di Perum Pondok Pesona Blok E, Rembang.
Perusahaan ini telah mengusulkan 10 tenaga laki-laki berusia 21–50 tahun yang akan ditempatkan sesuai usulan Bidang Pasar.
Penempatan tenaga keamanan tersebut meliputi, pasar Sulang (1 orang), Pasar Sedan (1 orang), Pasar Sarang (1 orang), Pasar Lasem (3 orang), Pasar Kragan (1 orang), Pasar Pamotan (1 orang), Pasar Pandangan (1 orang), dan Pengelola Pasar Rembang (1 orang).
Kepala Dindagkop UKM Rembang, Mahfudz, membenarkan perekrutan tenaga keamanan tersebut melalui skema outsourcing.
Hal itu ditempuh pasca pelarangan perekrutan THL, PPPK dan ASN. "Pasca-PPPK, pemerintah pusat tidak membuka rekrutmen lagi. Daerah akhirnya memilih outsourcing," ujarnya, Jumat (31/10).
Ia menjelaskan proses pengadaan dilakukan melalui lelang barang dan jasa yang dijadwalkan awal November. Program tersebut hanya akan berlangsung dua bulan, November–Desember 2025, dan sepenuhnya dikelola pihak ketiga.
"Outsourcing ini murni untuk melengkapi kekurangan tenaga keamanan, bukan menambah personel baru secara keseluruhan. Hanya untuk posisi penjaga dan satpam pasar yang kosong karena pensiun atau belum terisi," tegas Mahfudz.
Hal itu dilakukan untuk mengatasi kekosongan personel di pasar-pasar tradisional, termasuk Pasar Rembang, Pasar Sumber, dan Pasar Tegaldowo, sehingga keamanan dan kelancaran aktivitas pedagang tetap terjaga. (noe/ali)
Editor : Mahendra Aditya