Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Pemerintah Pastikan Stok Aman hingga Akhir Tahun

Iwan Arfianto • Rabu, 22 Oktober 2025 | 23:06 WIB
Penampakan Gudang Pupuk di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim)
Penampakan Gudang Pupuk di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim)

JAKARTA - Kabar baik datang untuk para petani di seluruh Indonesia.

Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20%, langkah yang diklaim menjadi sejarah baru dalam kebijakan pertanian nasional.

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan bahwa stok pupuk subsidi nasional saat ini mencapai 1,1 juta ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan petani sampai akhir tahun 2025.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa proses produksi dan distribusi pupuk di seluruh wilayah tetap berjalan normal.

“Kami memastikan pasokan aman agar kebijakan ini bisa berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Menurut Rahmad, kebijakan penurunan HET ini menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap petani kecil, sekaligus dorongan kuat untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan.

Ia menyebut langkah ini sebagai “momen bersejarah” bagi sektor pertanian Indonesia.

“Langkah berani pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi menunjukkan komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami mendukung penuh kebijakan ini,” ucap Rahmad.

Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau, daya beli petani diperkirakan meningkat.

Dampaknya, akses terhadap pupuk akan semakin mudah dan produktivitas pertanian dapat terdorong.

Untuk memastikan implementasi berjalan lancar, Pupuk Indonesia tengah melakukan sosialisasi menyeluruh ke seluruh rantai distribusi, termasuk para Penerima Pada Titik Serah (PPTS).

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait agar penerapan harga baru di lapangan tepat sasaran.

Selain itu, sistem digital seperti i-Pubers dan Command Center akan digunakan untuk mengawasi distribusi pupuk secara real-time — mulai dari stok, pengiriman, hingga transaksi penebusan.

Rahmad juga menyoroti bahwa penurunan harga ini sejalan dengan upaya revitalisasi pabrik pupuk nasional yang sudah beroperasi puluhan tahun.

Menurutnya, efisiensi produksi dan pembaruan infrastruktur industri pupuk akan menjadi kunci keberlanjutan kebijakan ini.

Berikut HET pupuk subsidi terbaru berdasarkan Kepmentan Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025:

Urea: Rp 1.800/kg (Rp 90.000 per sak 50 kg)

NPK: Rp 1.840/kg (Rp 92.000 per sak 50 kg)

NPK Kakao: Rp 2.640/kg (Rp 132.000 per sak 50 kg)

ZA: Rp 1.360/kg (Rp 68.000 per sak 50 kg)

Organik: Rp 640/kg (Rp 25.600 per sak 40 kg)

Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap harga pangan tetap stabil, kesejahteraan petani meningkat, serta Indonesia semakin dekat dengan cita-cita ketahanan pangan nasional yang kuat dan berkeadilan.

Editor : Ali Mustofa
#pupuk subsidi #harga eceran tertinggi (HET) #Harga Pupuk Subsidi #pt pupuk indonesia (persero)