RADARKUDUS - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan tiga kali peringatan kepada para menteri Kabinet Merah Putih jika terjadi kesalahan, sebelum akhirnya mereka diganti atau di reshuffle.
Dalam sambutan pada sidang senat terbuka wisuda 521 sarjana UKRI di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu lalu, Presiden Prabowo menceritakan bahwa para menteri yang menjadi bawahannya adalah orang-orang yang sangat berkompeten dalam pekerjaannya, hanya ada satu atau dua menteri yang sedikit nakal.
Presiden menghadiri Sidang Senat Terbuka, di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) dan menyampaikan orasi ilmiah pada momentum pengukuhan mahasiswa baru, wisuda sarjana, sekaligus peringatan Dies Natalis UKRI tahun 2025.
Dalam orasinya, Presiden berpesan agar generasi muda menumbuhkan keberanian untuk menjadi pemimpin, tidak takut menghadapi kegagalan, serta senantiasa mengabdi dengan rasa cinta kepada rakyat dan tanah air.
Presiden juga menyampaikan harapan agar para calon pemimpin menegakkan keadilan, kebenaran, dan kejujuran dalam setiap langkah pengabdian, demi memberikan yang terbaik bagi pembangunan bangsa dan negara.
Baca Juga: Rudal hingga Jet Siluman, Ini Daftar Alutsista yang Dibeli pada Tahun Pertama Prabowo jadi Presiden
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepada para menterinya agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan sesuai tanggung jawab.
Prabowo menekankan tidak akan segan mengambil langkah tegas berupa pergantian atau reshuffle kabinet jika ada yang mengabaikan peringatannya.
Peringatan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara sidang senat pengukuhan mahasiswa baru dan wisuda sarjana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu (18/10/2025).
Baca Juga: Trump Apresiasi Prabowo, GREAT Institute: Diplomasi Indonesia Tak Lagi Simbolik
“Karena anak buah saya hebat-hebat. Ya kalau ada satu dua nakal, saya peringati ya kan?” ujar Prabowo dalam tayangan YouTube resmi UKRI.
Prabowo menjelaskan, seorang menteri akan diganti jika sudah tiga kali menerima teguran namun tetap tidak menunjukkan perubahan.
“Satu kali peringatan masih nakal, masih nggak mau dengar, dua kali peringatan. Tiga kali, apa boleh buat, reshuffle,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana yang mengembalikan dana sebesar Rp70 triliun dari anggaran makan bergizi gratis (MBG), karena khawatir dana tersebut tidak terpakai sampai akhir tahun.
Menurut Prabowo, Dadan mungkin saja mengajak timnya untuk membuat proyek agar dana tersebut bisa terpakai.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya pernah memberikan anggaran lebih besar dari yang diajukan oleh para menterinya.
"Boleh tanya kepada para menteri dan anak buah saya, kadang mereka meminta, 'Pak, kami butuh anggaran ini. Berapa yang Anda butuhkan? Saya butuh Rp5 triliun, saya kasih Rp10 triliun'. Bayangkan kalau ada presiden seperti itu," ujar Prabowo.
Editor : Ali Mustofa