RADAR KUDUS - Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya, menilai tayangan program Trans7 tentang pondok pesantren tidak pantas disiarkan karena melukai hati umat dan kalangan pesantren.
Dalam pernyataannya, Gus Yahya menyebut program Xpose Uncensored yang tayang di Trans7 pada 13 Oktober lalu, telah menyinggung nilai-nilai luhur dunia pesantren serta menghina para tokoh yang selama ini sangat dihormati oleh Nahdlatul Ulama.
“Tayangan Trans 7 itu isinya secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren, menghina tokoh-tokoh pesantren, yang juga tokoh yang dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama, sangat dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama. Menghina hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai mulia yang dipegang teguh oleh dunia pesantren,” ujar Gus Yahya, dalam keterangannya lewat laman NU Online, Selasa (14/10/25).
Beliau menambahkan, isi tayangan tersebut jelas menyinggung banyak pihak, khususnya warga NU dan kalangan pesantren yang merasa dilecehkan.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus langkah konkret, PBNU menyampaikan tiga keputusan penting untuk merespons kasus ini:
1. Menuntut pertanggungjawaban Trans7 beserta induk perusahaannya, Trans Corp, atas dampak sosial yang ditimbulkan oleh tayangan tersebut.
2. Menempuh jalur hukum dengan menginstruksikan lembaga hukum NU untuk menyelidiki dan membawa kasus ini ke ranah hukum.
3. Mengimbau warga NU, kiai, dan santri agar tetap tenang, namun terus berpegang teguh pada nilai-nilai pesantren dan ajaran agama.
Gus Yahya juga mengingatkan seluruh warga NU agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha merusak citra pesantren dan NU.
Editor : Ali Mustofa