Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Trans7 Dikecam Usai Tayangan XPOSE Singgung Pesantren, Minta Maaf ke Lirboyo dan Janji Evaluasi

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 14 Oktober 2025 | 23:06 WIB
Surat Permohonan Maaf Trans7
Surat Permohonan Maaf Trans7

RADAR KUDUS - Media sosial tengah dihebohkan dengan gelombang kritik terhadap Trans7 menyusul penayangan program XPOSE yang dianggap melecehkan kehidupan pesantren dan para kiai.

Tayangan bertajuk “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?” itu memicu kemarahan publik, terutama dari kalangan santri dan alumni pesantren.

Kontroversi mencuat setelah dalam cuplikan tayangan tersebut ditampilkan sosok KH Anwar Manshur, salah satu kiai sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, yang sedang menerima salam dari para santri.

Baca Juga: Trans7 Diminta Minta Maaf Langsung ke Kyai dan Ponpes Lirboyo

Namun, narasi yang menyertai gambar justru dianggap memperolok tradisi pesantren. Salah satu penggalan narasi menyebut:

“Yang ngesot justru dikasih amplop. Netizen curiga sebagian kiai makin kaya raya, mobil mewah hingga harga miliaran.”

Selain itu, dalam tayangan juga disebutkan soal harga sarung milik kiai yang diklaim mencapai puluhan juta rupiah. Penayangan ini memunculkan kesan negatif, seolah kehidupan pesantren dipenuhi kemewahan yang tidak transparan.

Baca Juga: Skandal Etika Media: Framing Pesantren Jadi Perbudakan, Trans7 Diboikot!

Ramai Tagar #BoikotTrans7

Tagar #BoikotTrans7 pun langsung viral dan menjadi trending di berbagai platform media sosial.

Akun-akun santri dan alumni pesantren ramai mengkritik isi tayangan yang dianggap tidak berimbang, menyesatkan, dan merendahkan nilai-nilai keagamaan.

Akun “Santri Melawan”, misalnya, mengunggah poster bertuliskan “BOIKOT!!! Trans7 yang telah menghina kiai dan santri.”

Banyak warganet menilai, program seperti XPOSE seharusnya menyajikan informasi dengan etika jurnalistik dan sensitivitas budaya yang lebih tinggi.

Trans7 Akhirnya Minta Maaf ke Lirboyo

Merespons kecaman publik, Trans7 melalui Production Director-nya, Andi Chairil, menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Pondok Pesantren Lirboyo, termasuk kepada para pengasuh, santri, dan alumni.

“Kami ingin menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya atas kelalaian kami dalam menyajikan tayangan tersebut, terutama karena menyebut nama Lirboyo secara langsung. Kami tidak melakukan penyaringan secara menyeluruh terhadap materi dari pihak luar,” jelas Andi Chairil dalam pernyataannya, Senin (13/10) malam.

Ia juga menambahkan bahwa permintaan maaf telah disampaikan secara langsung kepada keluarga Kiai Anwar Manshur dan Gus Adib, serta dikirimkan melalui surat resmi kepada pimpinan Lirboyo.

Trans7 Janji Evaluasi Internal

Pihak Trans7 menegaskan bahwa mereka tidak lepas tangan atas insiden ini.

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap program XPOSE dan tim redaksi akan diberi arahan agar lebih memahami konteks budaya dan keagamaan dalam setiap produksi.

“Ini menjadi pelajaran besar bagi kami, khususnya dalam memahami relasi antara santri, kiai, dan pengasuh pesantren. Kami mohon dibukakan pintu maaf,” ujar Andi.

Publik Desak Tindakan Nyata

Meski permintaan maaf telah disampaikan, banyak pihak menilai hal itu belum cukup.

Desakan evaluasi mendalam terhadap program XPOSE terus bergema, dengan harapan tidak ada lagi penyiaran yang menyinggung atau mencederai tradisi pesantren.

Warganet juga menekankan bahwa kritik sosial boleh saja dilakukan, namun harus disampaikan secara adil, berimbang, dan tidak melecehkan nilai-nilai keagamaan.

Hingga berita ini diturunkan, tagar #BoikotTrans7 masih bertahan sebagai trending topic di media sosial, menandakan bahwa publik masih menanti langkah konkret dari pihak Trans7 pasca kontroversi ini.

Editor : Ali Mustofa
#pesantren #trans 7 boikot