RADARKUDUS - Hamengku sendiri berasal dari kata "hama" (mengasuh) dan "mengku" (memikul, memelihara).
Ada juga sumber yang menyebutkan Hamengku berasal dari kata "amangku" yang artinya memikul atau memegang teguh tanggung jawab.
Buwono berarti dunia atau jagad raya atau alam semesta.
Jadi Hamengku Buwono menjelaskan bahwa Gelar ini merupakan wujud tanggung jawab pemimpin untuk menjaga dan melindungi seluruh alam semesta dan isinya, yaitu rakyatnya, dengan penuh keadilan dan tanggung jawab.
Gelar ini mencerminkan prinsip "manunggaling kawula lan gusti" persatuan antara pemimpin dan rakyat.
Seorang sultan tak berdiri di atas, tapi bersama rakyatnya.
Raja yang menjaga keseimbangan jagad lahir dan batin.
Gelar ini bukan simbol kuasa, tapi tanggung jawab spiritual dan sosial.
Gelar ini pertama kali digunakan oleh Pangeran Mangkubumi setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.
Yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono I, Raja pertama Kesultanan Yogyakarta.
Gelar ini mencerminkan filosofi kepemimpinan dalam budaya Jawa, seperti konsep Hamemayu Hayuning Bawono (menjaga kelestarian alam semesta).
Pemegang gelar ini bertugas bukan hanya sebagai penguasa wilayah, tetapi juga sebagai pelindung rakyat dan penopang kehidupan masyarakat.
Editor : Ali Mustofa