RADARKUDUS - Pesan Moral dari lagu Cublak-Cublak Suweng adalah ajaran filosofis agar tidak mengejar kebahagiaan duniawi semata berdasarkan hawa nafsu, melainkan mengikuti hati nurani yang bersih dan rendah hati untuk mencapai kebahagiaan sejati.
"Cublak-cublak suweng"
memiliki makna yang artinya tempat suweng atau anting-anting bagi anak perempuan
menggambarkan harta yang sejati atau suasana hati yang sedang bahagia, atau sesuatu yang memberi kedamaian maupun ketenangan jiwa.
"Suwenge teng gelenter"
Artinya anting-anting itu ada dimana-mana.
Jadi kebahagian atau ketenangan hari itu ada di depan mata, tetapi sering kali manusia tidak menyadarinya dan kerap bukan harta benda.
"Mambu ketundhung gudel"
Melambangkan orang bodoh (gudel = anak kerbau)
melambangkan mencari kebahagian menggunakan hawa nafsu, egois, serakah, tidak mengindahkan norma ataupun agama sehingga melakukan korupsi atau tindak kejahatan untuk kepentingan sendiri.
"Pak empo lera-lere"
semacam orang tua yang sudah tidak punya gigi atau ompong, tengak tengok ke kiri ke kanan seperti orang kebingungan.
Menggambarkan orang yang dikuasai hawa nafsu, walaupun bergelimang harta, ia tetap tidak bahagia dan kebingungan.
"Sopo ngguyu ndhelikake"
siapa yang tertawa berarti dialah yang menyembunyikan.
Ini memberi makna orang yang bersuka cita itulah yang bijaksana, mampu menemukan, dan merasakan kebahagian sejati.
"Sir-sir pong dele kopong"
kedelai yang kosong, tidak berisi.
Hal ini mengajarkan bahwa hidup ini harus bijaksana, banyak bersyukur agar dapat menemukan kebahagian sejati.
Editor : Ali Mustofa