RADAR KUDUS – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Laut Filipina pada Jumat (10/10) pukul 08.43 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa dengan kedalaman 58 kilometer itu memicu gelombang tsunami minor di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut episenter gempa berada di koordinat 7,23° LU dan 126,83° BT atau sekitar 275 km barat laut Pulau Karatung.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Irak: Laga Penentu Nasib Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Gempa ini termasuk jenis dangkal akibat aktivitas subduksi dan memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” jelasnya.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Tahuna dengan intensitas IV MMI dan di Manado dengan skala II MMI.
Meski demikian, belum ada laporan kerusakan bangunan.
Hasil pemodelan menunjukkan potensi tsunami dengan status waspada di Kepulauan Talaud, Bitung, Minahasa Selatan, Minahasa Utara bagian selatan, dan Supiori.
Tsunami minor tercatat di empat titik di Sulawesi Utara: Essang (17 cm), Beo (5 cm), Ganalo (5 cm), dan Melonguane (11 cm).
Hingga pukul 09.14 WIB, BMKG memastikan belum ada gempa susulan yang signifikan.
“BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, menjauhi pantai sementara waktu, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” tegas Daryono.
Sekitar satu jam setelah gempa di Laut Filipina, gempa lain bermagnitudo 5,3 juga terjadi di perairan Bengkulu pada pukul 10.01 WIB.
Episenternya berada di 218 km tenggara Enggano dengan kedalaman 10 km. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Lembaga tersebut mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan mengikuti panduan evakuasi jika diperlukan.
“Keselamatan adalah prioritas. Tetap waspada, tapi jangan panik,” imbau BMKG.
Editor : Ali Mustofa