Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ahmad Luthfi Ambil Langkah Tegas Benahi Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah

Zainal Abidin RK • Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:54 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jebres, Kota Surakarta, Rabu (8/10/2025).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengecek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jebres, Kota Surakarta, Rabu (8/10/2025).

JATENG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak cepat membenahi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kasus keracunan yang menimpa ribuan siswa di sejumlah daerah. Sejumlah langkah konkret diterapkan agar pelaksanaan program nasional itu kembali aman, higienis, dan tepat sasaran.

Kasus yang menimpa sekitar 2.700 anak di 15 kabupaten/kota menjadi titik balik penting bagi Pemprov Jateng untuk memperkuat pengawasan program. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh pelaksana MBG wajib menaati standar sanitasi dan keamanan pangan.

“Keselamatan anak-anak adalah prioritas. Semua dapur penyedia MBG harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan menjalankan pengawasan ketat,” ujar Luthfi saat meninjau dapur SPPG di Kota Surakarta.

Berikut langkah-langkah pembenahan MBG yang ditempuh Gubernur Ahmad Luthfi:

  1. Wajibkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
    Semua dapur MBG di bawah Satuan Pelaksana Pemberian Gizi (SPPG) diwajibkan memiliki SLHS. Dinas Kesehatan kabupaten/kota diminta mempercepat penerbitan dan melakukan verifikasi lapangan.

  2. Mendirikan Posko Pengawasan 24 Jam
    Posko ini berfungsi memantau proses produksi, pengemasan, hingga distribusi makanan agar sesuai standar keamanan pangan.

  3. Perkuat Komunikasi dengan Orang Tua dan Sekolah
    Pemprov Jateng membuka kanal pengaduan dan komunikasi dua arah agar orang tua dapat melaporkan temuan terkait kualitas makanan.

  4. Libatkan Banyak Pihak
    Dinas Kesehatan, BGN, dan pihak sekolah dilibatkan dalam pemantauan harian. Pemerintah juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat agar pengawasan berjalan transparan.

  5. Gunakan Energi Bersih dan Efisien
    Gubernur Luthfi mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) di dapur MBG untuk efisiensi biaya dan mengurangi risiko kebakaran dari LPG.

  6. Perkuat Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN)
    Luthfi meminta agar BGN memiliki perwakilan di Jawa Tengah guna mempercepat koordinasi teknis dan pengawasan program.

  7. Lakukan Inspeksi Lapangan Secara Langsung
    Gubernur rutin turun meninjau dapur MBG dan mengecek langsung penerapan standar kebersihan serta proses distribusi makanan.

Langkah-langkah tegas tersebut berbuah hasil positif. Badan Gizi Nasional (BGN) memuji Jawa Tengah sebagai provinsi paling siap dalam menjalankan program MBG secara nasional. Hingga kini, terdapat 1.596 dapur SPPG aktif yang sudah menjalankan proses verifikasi kebersihan dan sanitasi.

Selain meningkatkan kualitas makanan untuk siswa, kebijakan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Petani, peternak, dan pelaku UMKM di Jawa Tengah kini menjadi pemasok utama bahan pangan bagi program MBG.

“Program ini harus jadi contoh nasional — aman, bergizi, dan menumbuhkan ekonomi rakyat,” tegas Luthfi.

Editor : Zainal Abidin RK
#SPPG #anak #Sertifikat Laik Higienis Sanitasi #cng #efisien #SLHS #BGN #Ahmad Luthfi #bersih #Inspeksi #Posko Pengawasan Perbatasan #Makan Bergizi Gratis #energi