Media Sosial Geser Google: Cara Gen Z Mencari Informasi Brand
Redaksi Radar Kudus• Kamis, 25 September 2025 | 22:45 WIB
Sosial Media Vs Google
RADAR KUDUS - Bagi generasi Z, mencari informasi tentang sebuah brand tidak lagi identik dengan Google. Mereka justru lebih sering mengandalkan media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Google memang sempat jadi mesin pencari paling dominan, namun tren belakangan ini menunjukkan pergeseran perilaku generasi muda yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an.
Sebagai digital natives pertama, Gen Z tumbuh di tengah arus digitalisasi, sehingga interaksi mereka lebih banyak dibentuk lewat media sosial.
Berdasarkan survei GWI tahun 2023, sebanyak 51% Gen Z lebih suka memakai media sosial untuk mencari informasi brand.
Angka ini lebih tinggi dibanding mereka yang masih menggunakan mesin pencari seperti Google (45%). Tren tersebut terus menunjukkan peningkatan sejak 2016.
Mengapa Gen Z Lebih Memilih Media Sosial?
Alasan utama adalah kecepatan. Sebanyak 60,1% responden Gen Z menyebut media sosial memberikan jawaban instan atas informasi yang mereka butuhkan. Selain itu:
36,7% merasa hasil pencarian lebih relevan.
26,5% menyukai format visual.
21,4% menilai proses mencari lewat media sosial terasa lebih menyenangkan.
Tak hanya soal brand, sebanyak 53% Gen Z juga menggunakan media sosial untuk mencari informasi lain.
Di luar itu, mereka juga memanfaatkan AI/chatbot (33%), aplikasi pencarian gambar (33%), pencarian suara (31%), situs resmi perusahaan (30%), hingga perangkat pintar (17%).
TikTok dan Instagram menjadi dua platform yang paling populer di kalangan Gen Z.
TikTok berperan besar dalam menciptakan tren dan budaya, sementara Instagram lebih banyak dipakai untuk mencari konten ketimbang sekadar terhubung dengan teman.
Bagi brand, temuan ini menunjukkan bahwa media sosial bukan hanya wadah promosi, tetapi juga pintu utama untuk membangun hubungan dengan Gen Z.
Kehadiran dan strategi konten di media sosial kini menentukan relevansi sebuah brand di mata generasi ini.