Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral! Bocah Depok Tersangkut di Mesin Cuci, Damkar Turun Tangan Selamatkan dalam 10 Menit

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 22 September 2025 | 00:25 WIB
Ilustrasi mesin cuci
Ilustrasi mesin cuci

RADAR KUDUS - Kota Depok kembali dihebohkan oleh sebuah insiden tak biasa yang membuat warganet terkejut sekaligus cemas.

Seorang bocah berusia 7 tahun di kawasan Pancoran Mas tersangkut di dalam mesin pengering mesin cuci rumahnya. Peristiwa ini sontak viral di media sosial setelah video evakuasinya beredar luas pada Minggu (21/9/2025).

Kejadian yang berlangsung pada Sabtu sore itu sempat membuat sang ibu panik. Upaya pertolongan warga sekitar pun tidak berhasil hingga akhirnya ia menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok.

Tim damkar bergerak cepat dan hanya butuh 10 menit untuk mengeluarkan sang bocah yang terjebak.

Kisah dramatis ini menjadi peringatan bagi para orang tua tentang pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak, terutama yang berusia aktif. Bagaimana proses evakuasi berlangsung? Berikut kisah lengkapnya.

Baca Juga: Tampil Berani! Moon Ga Young Pakai Tren Lingerie Rp27 Juta ke Bandara, Netizen Panas-Dingin

Kronologi: Teriakan Panik di Sore Hari

Kabid Pengendalian Operasional DPKP Depok, Tessy Haryati, mengungkapkan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Sekitar pukul 17.53 WIB, pihaknya menerima laporan darurat bahwa seorang anak tersangkut di mesin pengering. Tim segera diterjunkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.09 WIB.

“Saat sampai di lokasi, benar, posisi anak sudah berada di dalam mesin pengering. Bagian bawah tubuhnya terjebak, pantatnya berada di bawah dan kaki serta tangan terimpit,” ujar Tessy kepada wartawan.

Ibu korban sempat mencoba menolong sendiri, dibantu para tetangga. Namun, kondisi sempit dan posisi tubuh anak yang sulit membuat upaya itu gagal.

Sang ibu, yang diketahui seorang single parent, akhirnya memutuskan meminta bantuan resmi.

Baca Juga: Saldo DANA Gratis Rp279 Ribu September 2025 – Ini Cara Dapatnya!

Proses Evakuasi yang Menegangkan

Empat personel damkar diterjunkan untuk misi penyelamatan. Evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk menghindari cedera pada tubuh bocah. Dalam kondisi menangis dan ketakutan, anak tersebut harus ditenangkan lebih dulu.

“Kami mengangkat kakinya dengan posisi kepala di bawah agar bisa keluar. Syukurlah setelah sekitar 10 menit, anak berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat,” kata Tessy.

Tim damkar melakukan tindakan penyelamatan sambil terus menenangkan korban agar tidak semakin panik. Setelah berhasil dikeluarkan, bocah itu langsung dipeluk ibunya yang sejak awal terlihat sangat cemas.

Kondisi Anak Usai Dievakuasi

Menurut laporan tim penyelamat, anak tersebut hanya mengalami syok dan sedikit lecet. Tidak ditemukan luka serius. Namun, tangisan dan teriakannya sempat membuat suasana mencekam.

“Kami fokus untuk menenangkan anak. Dia menangis keras karena kaget. Untungnya tidak ada cedera berat,” tambah Tessy.

Warga sekitar yang ikut menyaksikan juga merasa lega. Beberapa bahkan sempat merekam proses evakuasi yang kini beredar luas di media sosial dan menjadi viral.

Faktor Penyebab: Anak Hiperaktif dan Kurang Pengawasan

Tessy menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat sang ibu sedang berada di kamar mandi. Anak yang hiperaktif kemudian bermain di area mesin cuci dan tanpa sengaja masuk ke mesin pengering.

“Anak-anak seusia itu memang sedang aktif-aktifnya. Sulit dilarang. Jadi penting sekali pengawasan dari orang tua atau orang dewasa,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa area rumah dengan peralatan berbahaya seperti mesin cuci, kompor, dan alat elektronik lainnya sebaiknya selalu diawasi agar anak tidak bermain di sekitarnya.

Respon Publik: Viral dan Mengundang Empati

Insiden ini segera menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet yang mengapresiasi kecepatan tim damkar dalam merespons laporan dan menyelamatkan anak tersebut.

“Salut untuk petugas damkar Depok. Cepat tanggap dan berhasil menyelamatkan bocah itu,” tulis salah satu warganet.

Namun, ada juga yang mengingatkan pentingnya edukasi kepada anak agar tidak bermain di area berbahaya.

“Semoga jadi pelajaran bagi semua orang tua. Rumah juga bisa berbahaya kalau tidak diawasi,” komentar netizen lain.

Baca Juga: Klaim Saldo DANA Kaget Rp279 Ribu! Jangan Sampai Kehabisan, Cek Cara & Syaratnya

Peringatan untuk Orang Tua

Kejadian ini membuka mata banyak pihak bahwa kecelakaan rumah tangga bisa terjadi kapan saja, bahkan di tempat yang dianggap aman. Para orang tua diimbau untuk:

Langkah-langkah sederhana ini dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.

Profesionalisme Tim Damkar Dipuji

Respon cepat DPKP Depok patut diacungi jempol. Dalam waktu kurang dari 20 menit sejak laporan diterima, mereka berhasil mengevakuasi korban.

Aksi penyelamatan yang cepat dan terukur ini memperlihatkan kesiapsiagaan tim damkar dalam menangani keadaan darurat, tak hanya kebakaran, tetapi juga penyelamatan non-kebakaran.

Bagi masyarakat, kejadian ini juga memberi pelajaran bahwa menghubungi layanan darurat adalah langkah paling tepat ketika menghadapi situasi berisiko.

Peristiwa bocah tersangkut di mesin cuci ini berakhir bahagia. Anak selamat, ibu lega, dan warga sekitar ikut bersyukur. Namun, kisah ini meninggalkan pesan penting: rumah pun bisa menjadi tempat yang berbahaya jika pengawasan terhadap anak lengah.

Kehadiran tim damkar sebagai penyelamat menunjukkan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan petugas darurat.

Semoga insiden ini menjadi pembelajaran agar orang tua lebih waspada, sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Editor : Mahendra Aditya
#damkar evakuasi Depok #bocah Depok mesin cuci #anak tersangkut mesin cuci #depok viral #Depok