RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto tiba di Osaka, Jepang, Sabtu (20/9/2025) pukul 08.30 waktu setempat, dalam rangka kunjungan kerja menghadiri Expo 2025 Osaka.
Kehadiran Presiden di ajang internasional ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia memperkuat diplomasi ekonomi dan kerja sama global.
Indonesia menjadi salah satu dari 158 negara yang berpartisipasi dalam perhelatan bergengsi tersebut.
Kehadiran Presiden tidak hanya bersifat seremoni, melainkan juga membawa pesan kuat: Indonesia siap menjadi pemain utama di panggung dunia.
Indonesia Tampil Percaya Diri di Panggung Dunia
Mengusung tema global “Designing Future Society for Our Lives”, Expo 2025 Osaka menyoroti kolaborasi lintas negara untuk menghadapi tantangan masa depan: krisis iklim, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi bagian dari solusi. “Kita hadir di sini bukan hanya untuk menunjukkan potensi, tetapi juga untuk membangun kemitraan strategis menuju masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Paviliun Indonesia: Kapal Besar Menuju Indonesia Emas 2045
Daya tarik utama kehadiran Indonesia di Expo ini adalah Paviliun Indonesia yang dirancang menyerupai kapal besar – simbol jati diri bangsa bahari.
Paviliun ini menggabungkan inovasi, kebudayaan, dan kuliner nusantara, menarik minat para pemimpin dunia hingga bangsawan kerajaan yang hadir.
Konsep ini tidak hanya memukau pengunjung tetapi juga menjadi ajang pameran potensi ekonomi kreatif, energi hijau, dan teknologi Indonesia.
Dari seni, kerajinan tangan, hingga solusi digital karya anak bangsa ditampilkan untuk menggaet investor dan mitra kerja sama.
Baca Juga: Pidato Prabowo di PBB: Momen Epik Mengulang Jejak Sang Ayah di Panggung Dunia
Komitmen Investasi Jumbo: USD 23,8 Miliar!
Puncak dari partisipasi Indonesia di Expo 2025 Osaka adalah keberhasilan mencatat komitmen investasi senilai USD 23,8 miliar atau setara Rp395 triliun (kurs Rp16.647).
Menteri Bappenas, Rachmat Pambudy, menyebut pencapaian ini sebagai lompatan besar.
“Investasi sebesar ini akan mengakselerasi target Indonesia menjadi negara maju. Proyek-proyeknya sudah diproyeksikan terealisasi pada 2026 mendatang,” ujar Rachmat.
Deputi Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas, Vivi Yulaswati, menambahkan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja sama tim yang menampilkan citra Indonesia sebagai negara yang siap menghadapi era industri hijau dan digital.
Diplomasi Ekonomi yang Membawa Hasil
Tidak hanya mempererat hubungan bilateral dengan Jepang, partisipasi Indonesia di Expo ini juga memperluas jejaring dengan negara-negara lain.
Beberapa sektor yang menjadi fokus kerja sama meliputi energi terbarukan, transportasi pintar, teknologi digital, agrikultur modern, hingga pariwisata berkelanjutan.
Presiden Prabowo optimistis hasil ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saing industri lokal di pasar global.
Sambutan Hangat dari Jepang
Setibanya di Osaka, Presiden Prabowo disambut langsung oleh sejumlah pejabat penting Jepang, antara lain mantan Asisten Sekretaris Kabinet Jepang Keiichi Ichikawa dan Duta Besar Kansai, Yasushi Misawa.
Turut hadir mendampingi Presiden, Konsul Jenderal RI Osaka John Tjahjanto Boestami, Atase Pertahanan RI Tokyo Laksamana TNI Hidayaturrahman, dan Kuasa Usaha Ad Interim Maria Renata Hutagalung.
Penyambutan ini menjadi sinyal positif tentang eratnya hubungan diplomatik RI–Jepang.
Kehadiran Indonesia di Expo 2025 Osaka bukan hanya pameran, tetapi langkah strategis untuk memantapkan posisi Indonesia sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Asia.
Paviliun Indonesia menjadi simbol kapal besar yang sedang berlayar menuju Indonesia Emas 2045, sebuah visi menjadi negara maju dengan ekonomi yang inklusif, adil, dan berdaya saing tinggi.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Expo Osaka 2025 bukan sekadar agenda diplomasi biasa. Hasil konkret berupa komitmen investasi Rp395 triliun menunjukkan bahwa Indonesia serius mengamankan masa depan ekonominya.
Partisipasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa diplomasi ekonomi bisa memberi dampak langsung, membawa pulang peluang kerja sama, teknologi baru, dan investasi raksasa yang dapat mengubah wajah Indonesia dalam satu dekade ke depan
Editor : Mahendra Aditya