Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kepala BGN Beberkan Penyebab Keracunan Program Makan Bergizi Gratis di Baubau

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 19 September 2025 | 17:31 WIB
Photo
Photo

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan, menjelaskan secara rinci penyebab munculnya kasus keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa di beberapa daerah, termasuk Baubau, Sulawesi Tenggara.

Menurut Dadan, penyebab keracunan bervariasi tergantung kondisi masing-masing wilayah.

Faktor utama yang ditemukan adalah kapasitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih baru beroperasi, serta adanya perubahan pemasok bahan baku oleh pihak penyedia program.

“SPPG yang baru beroperasi belum terbiasa menyiapkan makanan dalam jumlah besar. Dari biasanya hanya menyiapkan untuk 4–10 orang, kini harus menyiapkan 1.000 hingga 3.000 porsi sekaligus,” ujar Dadan dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).

Ia menambahkan, idealnya dapur baru melakukan adaptasi secara bertahap.

Contohnya, jika ada 20 sekolah yang harus dilayani, hari pertama cukup melayani dua sekolah, kemudian secara bertahap ditingkatkan hingga semua sekolah tercakup.

Dadan menekankan, kasus keracunan di Baubau berbeda dengan daerah lainnya. Program MBG di wilayah tersebut telah berjalan lancar selama delapan bulan.

Namun, setelah pemasok bahan baku diganti dengan produk lokal, insiden keracunan terjadi.

“Supplier lama diganti dengan pemasok lokal yang kemungkinan belum siap menangani jumlah besar. Di situlah masalah muncul,” jelas Dadan.

Sementara itu, meski beberapa kasus keracunan muncul, pemerintah menegaskan tujuan utama program MBG adalah memastikan tidak ada insiden kesehatan.

“Program ini harus bebas dari kasus keracunan. Tujuan kami adalah anak-anak sehat, cerdas, dan kuat, sehingga makanan yang disajikan harus aman,” tegas Dadan.

BGN mencatat, hingga kini program MBG telah menyalurkan sekitar 1 miliar porsi makanan.

Namun, dalam sepekan terakhir beberapa wilayah melaporkan kejadian keracunan:

Dadan menegaskan, pihak BGN terus berkoordinasi dengan penyedia program, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan untuk memperbaiki distribusi, standar dapur, serta kualitas bahan pangan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

 

Editor : Ali Mustofa
#Siswa Keracunan #Zero Incident #Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional #Supplier Lokal