Reshuffle Jilid III: 19 Kader Gerindra Kini Mendominasi Kabinet Prabowo, Ini Daftarnya
Mahendra Aditya Restiawan• Kamis, 18 September 2025 | 23:52 WIB
Presiden Prabowo saat acara pelantikan kepala daerah yang diselenggarakan di halaman Istana Merdeka, Kamis (20/2/2025) (Foto : Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta – Gelombang ketiga reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (17/9/2025) bukan hanya sekadar bongkar pasang menteri.
Momen ini sekaligus mempertegas dominasi Partai Gerindra di pemerintahan. Kini, sebanyak 19 kader Gerindra resmi mengisi posisi strategis mulai dari menteri koordinator, menteri teknis, hingga wakil menteri.
Langkah ini disebut-sebut sebagai strategi Prabowo untuk mengonsolidasikan kekuasaan sekaligus mengamankan agenda pemerintahan hingga 2029.
Reshuffle Jilid III: Paling Besar Sepanjang Era Prabowo
Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo sudah tiga kali melakukan reshuffle kabinet. Yang pertama pada 19 Februari 2025, disusul reshuffle kedua pada 8 September 2025.
Namun, perombakan kali ini menjadi yang paling signifikan karena melibatkan 11 posisi strategis sekaligus. Mereka yang dilantik termasuk menteri baru, wakil menteri, dan pejabat setingkat menteri.
Di antaranya:
Djamari Chaniago (Menko Polkam)
Angga Raka Prabowo (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sekaligus Wamen Komunikasi & Digital)
Rohmat Marzuki (Wamen Kehutanan)
Masuknya tiga nama ini membuat total 19 kader Gerindra kini berada di lingkaran kekuasaan Prabowo-Gibran.
Berikut daftar lengkap kader Gerindra yang kini mengisi kursi kabinet:
Djamari Chaniago – Menko Politik dan Keamanan
Sugiono – Menteri Luar Negeri
Prasetyo Hadi – Mensesneg
Fadli Zon – Menteri Kebudayaan
Supratman Andi Agtas – Menteri Hukum
Maruarar Sirait – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
Rachmat Pambudy – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
Ferry Juliantono – Menteri Koperasi
Mochamad Irfan Yusuf – Menteri Haji dan Umrah
Angga Raka Prabowo – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah/Wamen Komunikasi & Digital
Muhammad Syafi'i – Wamen Agama
Thomas Djiwandono – Wamen Keuangan
Ahmad Riza Patria – Wamen Desa & PDT
Sudaryono – Wamen Pertanian
Helvi Yuni Moraza – Wamen UMKM
Taufik Hidayat – Wamen Pemuda & Olahraga
Dahnil Anzar Simanjuntak – Wamen Haji & Umrah
Rohmat Marzuki – Wamen Kehutanan
Hashim Djojohadikusumo – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim & Energi
Jumlah ini menegaskan bahwa Gerindra kini menjadi partai dengan dominasi terbesar di kabinet, jauh melampaui partai koalisi lain seperti Golkar, Demokrat, atau PAN.
Komposisi Kabinet: Koalisi Semakin Gemuk
Meskipun Gerindra mendominasi, partai koalisi lain juga mendapatkan porsi yang tidak kecil.
Partai Golkar misalnya, menempatkan 10 kader di kabinet, termasuk Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian dan Bahlil Lahadalia yang kini memimpin Kementerian ESDM.
Partai Demokrat diwakili Agus Harimurti Yudhoyono (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah) dan Teuku Riefky Harsya (Menteri Ekonomi Kreatif).
PAN menempatkan Zulkifli Hasan sebagai Menko Pangan dan Bima Arya sebagai Wamendagri, sementara PKB, PSI, Gelora, PKS, PBB, hingga PRIMA juga kebagian kursi, meskipun jumlahnya tidak sebanyak Gerindra.
Makna Politik: Konsolidasi Kekuatan atau Strategi 2029?
Banyak analis menilai reshuffle ini bukan hanya tentang kinerja kabinet, tetapi juga peta politik 2029. Dengan 19 kader Gerindra di kabinet, partai ini memiliki pengaruh besar terhadap jalannya pemerintahan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat barisan menjelang Pemilu 2029, termasuk wacana memperpanjang masa kekuasaan atau memastikan suksesi yang mulus.
Pengamat politik menyebut, dominasi ini bisa mempercepat pengambilan keputusan pemerintah karena koordinasi lebih mudah dilakukan antarmenteri yang berasal dari satu partai.
Namun, publik juga mengingatkan pentingnya check and balance agar pemerintahan tidak terlalu partisan.
Harapan Publik: Kinerja, Bukan Sekadar Bagi-Bagi Kursi
Meski reshuffle disambut hangat oleh kader partai, masyarakat menuntut hasil nyata. Mereka berharap kabinet baru ini mampu menghadirkan solusi atas masalah utama seperti:
Stabilisasi harga pangan
Penciptaan lapangan kerja
Perbaikan ekonomi
Penguatan keamanan nasional
Dominasi Gerindra di kabinet bisa menjadi kekuatan besar, tetapi juga bisa menjadi bumerang jika gagal memenuhi ekspektasi publik.
Reshuffle jilid III pemerintahan Prabowo-Gibran mempertegas arah politik: Gerindra menjadi pengendali utama pemerintahan. Dengan 19 kader mengisi kursi strategis, koalisi ini semakin solid.
Namun, tantangan terbesarnya bukan pada jumlah kursi, melainkan kualitas kinerja. Apakah kabinet super-GERINDRA ini bisa menjawab tuntutan rakyat? Atau justru akan memunculkan kritik soal monopoli kekuasaan?