RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto kembali mengguncang panggung politik dengan merombak Kabinet Merah Putih pada Rabu, 17 September 2025.
Bukan hanya sekadar reshuffle biasa, perombakan kali ini melibatkan dua menteri, tiga wakil menteri, dan beberapa pejabat strategis lain.
Yang menarik, publik tak hanya menyoroti wajah-wajah baru yang masuk ke lingkaran kekuasaan, tetapi juga menelisik harta kekayaan mereka.
Langkah Prabowo dituangkan melalui Keppres Nomor 96 B Tahun 2025 yang menegaskan pemberhentian Erick Thohir dari posisi Menteri BUMN dan pengangkatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Selain Erick, posisi Wakil Menteri Kehutanan yang sebelumnya dijabat Sulaiman Umar juga diganti.
Bersamaan dengan itu, Keppres Nomor 97 B Tahun 2025 memberhentikan Hasan Nasbi dari jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan dan Anto M. Putranto dari Kepala Staf Kepresidenan.
Sebagai pengganti, Prabowo menunjuk nama-nama baru yang dinilai mampu memperkuat kabinet hingga 2029.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet: Erick Thohir Resmi Jadi Menpora, Ini Janjinya untuk Pemuda & Olahraga Indonesia
Deretan Pejabat Baru dan Kekayaannya
Nama-nama baru yang resmi masuk kabinet antara lain:
-
Djamari Chaniago – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
-
Erick Thohir – Menteri Pemuda dan Olahraga
-
Afriansyah Noor – Wakil Menteri Ketenagakerjaan
-
Rohmat Marzuki – Wakil Menteri Kehutanan
-
Faridah Farichah – Wakil Menteri Koperasi
-
Angga Raka Prabowo – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
-
Muhammad Qodari – Kepala Staf Kepresidenan
-
Ahmad Dofiri – Penasihat Khusus Presiden
-
Nanik S. Deyang dan Sony Sanjaya – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
-
Sarah Sadiqa – Kepala LKPP
Baca Juga: Erick Thohir Digeser Menpora, Kursi Menteri BUMN Masih Kosong! Reshuffle Kabinet Belum Usai?
Namun, yang menjadi sorotan publik adalah daftar harta kekayaan mereka yang sebagian sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berikut rinciannya:
1. Erick Thohir – Menpora, Konglomerat Rp2,41 Triliun
Erick Thohir tetap menjadi salah satu pejabat terkaya di kabinet. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024 menunjukkan total asetnya mencapai Rp2,41 triliun, naik Rp100 miliar dari lima tahun lalu.
Rinciannya mencakup:
-
Tanah & bangunan: Rp466,99 miliar (35 aset di Jakarta, Depok, Bogor, hingga Manggarai Barat)
-
Empat unit mobil: Rp4,96 miliar
-
Surat berharga: Rp1,72 triliun
-
Harta bergerak lain: Rp33,57 miliar
-
Harta lain: Rp190,3 miliar
Erick terbukti tak hanya piawai mengelola bisnis, tetapi juga konsisten memperbesar portofolio kekayaannya.
2. Afriansyah Noor – Wamenaker, Rp23,94 Miliar
Mantan Wakil Kepala BPJPH ini memiliki total harta Rp23,94 miliar. Mayoritas berupa tanah dan bangunan senilai Rp17 miliar yang tersebar di Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Jambi, dan Jakarta Selatan.
Selain itu, ia memiliki:
-
9 unit kendaraan: Rp2,9 miliar
-
Surat berharga: Rp100 juta
-
Kas & setara kas: Rp3,77 miliar
-
Harta bergerak lain: Rp1,52 miliar
Namun, Afriansyah juga punya hutang Rp1,45 miliar.
3. Rohmat Marzuki – Wamenhut, Rp2,02 Miliar
Rohmat yang sebelumnya Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jateng melaporkan harta Rp2,02 miliar. Kekayaannya sebagian besar berupa tanah dan bangunan Rp2,75 miliar di Bandung, Magelang, dan Karawang.
Ia juga tercatat memiliki:
-
Mitsubishi Pajero Sport 2019, Toyota Rush 2019, Mercy B 2014: total Rp680 juta
-
Harta bergerak lain: Rp180,85 juta
-
Kas: Rp100 juta
-
Utang: Rp1,68 miliar
4. Djamari Chaniago – Menko Polkam, Rp3,24 Miliar (Data Terakhir 2002)
Djamari terakhir melaporkan hartanya pada 2002 ketika masih menjabat Kepala Staf Umum TNI, dengan total Rp3,24 miliar. Kekayaannya termasuk:
-
Tanah & bangunan di Malang: Rp550 juta
-
Tanah & bangunan di Bogor: Rp950 juta
Publik kini menunggu laporan terbaru Djamari untuk mengetahui perkembangan hartanya setelah lebih dari dua dekade.
5. Angga Raka – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Rp33,1 Miliar
Angga Raka yang juga Wamenkomdigi memiliki kekayaan mencengangkan, Rp33,1 miliar, tanpa utang sepeser pun.
Komposisinya antara lain:
-
Tanah & bangunan: Rp9,47 miliar
-
Kendaraan & mesin: Rp1,81 miliar
-
Surat berharga: Rp2,12 miliar
-
Kas & setara kas: Rp9,75 miliar
-
Harta lainnya: Rp9,95 miliar
Publik Menunggu Transparansi Penuh
Meskipun sebagian pejabat sudah melaporkan harta ke KPK, sejumlah nama lain seperti Faridah Farichah, Nanik S. Deyang, dan Sony Sanjaya belum menyerahkan LHKPN terbaru. Transparansi harta pejabat penting agar publik dapat menilai integritas mereka.
Perombakan ini juga memunculkan ekspektasi tinggi. Publik berharap kabinet baru bukan hanya tajir, tapi juga mampu menghadirkan kinerja konkret di bidang politik, ekonomi, dan keamanan.
Reshuffle kabinet Prabowo kali ini menandai konsolidasi kekuatan politik sekaligus memperlihatkan betapa beragamnya latar belakang pejabat yang ditunjuk.
Namun, sorotan publik tetap pada daftar harta kekayaan mereka yang fantastis.
Apakah kekayaan besar akan sejalan dengan kinerja luar biasa? Waktulah yang akan membuktikan.
Editor : Mahendra Aditya