Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali mengguncang panggung politik nasional dengan merombak susunan menteri dan pejabat penting di Kabinet Indonesia Maju Jilid Prabowo–Gibran.
Reshuffle terbaru yang digelar pada Rabu (17/9/2025) ini menandai kali ketiga Prabowo mengutak-atik kabinetnya sejak resmi menjabat pada Oktober 2024.
Langkah Prabowo ini bukan hanya sekadar mengganti nama, tetapi menjadi sinyal bahwa ia ingin mempercepat laju pemerintahan dan memastikan program strategis berjalan sesuai visi pemerintahannya.
Dengan gebrakan ketiga ini, hampir semua kursi menteri yang sebelumnya kosong kini sudah terisi, sekaligus mengisi posisi strategis yang sempat lowong akibat perombakan besar-besaran awal September lalu.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet! Erick Thohir Tinggalkan BUMN, Kini Resmi Menpora di Kabinet Prabowo
Reshuffle Pertama: Sinyal Awal Perubahan
Reshuffle perdana dilakukan pada 19 Februari 2025. Kala itu, publik dikejutkan dengan pergantian Satryo Brodjonegoro dari kursi Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Posisinya kemudian diisi oleh akademisi dan inovator teknologi Brian Yuliarto. Langkah ini disebut sebagai upaya penyegaran untuk mendorong akselerasi inovasi pendidikan dan sains di era digital.
Reshuffle Kedua: September yang Panas
Gelombang besar kedua datang pada 8 September 2025. Kali ini, reshuffle dilakukan secara masif dan menyentuh kementerian-kementerian strategis.
Beberapa nama besar harus meninggalkan jabatannya, termasuk Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Budi Gunawan (Menko Polkam), hingga Dito Ariotedjo (Menpora).
Berikut daftar menteri yang diganti pada reshuffle kedua:
-
Menko Polkam: Budi Gunawan diganti
-
Menteri Keuangan: Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa
-
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia: Abdul Kadir Karding diganti oleh Mukhtarudin
-
Menteri Koperasi: Budi Arie Setiadi digantikan oleh Ferry Juliantono
-
Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo diberhentikan
Tak hanya itu, Prabowo juga meresmikan Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk.
Posisi Menteri diisi Mochamad Irfan Yusuf, dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya. Keputusan ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan ibadah haji dan umrah yang lebih terkoordinasi.
Namun, setelah reshuffle kedua, kursi Menko Polkam dan Menpora masih dibiarkan kosong. Hal ini sempat memunculkan spekulasi publik tentang siapa yang akan menduduki dua jabatan strategis tersebut.
Reshuffle Ketiga: Lini Pertahanan Lengkap
Sepekan berselang, pada 17 September 2025, teka-teki akhirnya terjawab. Dalam seremoni di Istana Negara, Prabowo melantik sejumlah pejabat baru sekaligus menutup kekosongan di beberapa posisi.
Daftar pejabat yang baru dilantik:
-
Menko Polkam: Djamari Chaniago
-
Menpora: Erick Thohir (mantan Menteri BUMN, kini fokus memajukan olahraga)
-
Wamenaker: Afriansyah Noor
-
Wamenhut: Rohmat Marzuki
-
Wamenkop: Farida Faricha
Selain itu, Prabowo juga mengganti pimpinan lembaga strategis:
-
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Angga Raka Prabowo
-
Wakil Kepala BGN: Sonny Sanjaya & Naniek S Dayang
-
Kepala LKPP: Sarah Sadiqa
-
Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas & Reformasi Polri: Ahmad Dofiri
-
Kepala Staf Presiden (KSP): Muhammad Qodari
Pelantikan tersebut ditutup dengan pengucapan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, dan ucapan selamat dari Presiden Prabowo serta jajaran Kabinet Merah Putih.
Makna Strategis di Balik Reshuffle
Analis politik menilai, tiga kali reshuffle dalam waktu kurang dari setahun ini menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang tegas dan pragmatis.
Ia tak segan mengganti menteri yang dianggap tidak optimal, sekaligus mengisi kursi strategis dengan sosok yang lebih sesuai dengan visi pemerintahannya.
Pengangkatan Erick Thohir sebagai Menpora, misalnya, dipandang sebagai upaya mempercepat reformasi olahraga nasional.
Erick yang sebelumnya sukses memimpin PSSI dan menyelenggarakan event olahraga besar dinilai mampu membawa angin segar bagi dunia olahraga Tanah Air.
Sementara itu, Djamari Chaniago yang dipercaya sebagai Menko Polkam diharapkan mampu memperkuat stabilitas politik dan keamanan, terutama menjelang agenda besar pemerintahan lima tahun ke depan.
Kabinet Kian Solid
Dengan lengkapnya susunan kabinet setelah reshuffle ketiga ini, pemerintahan Prabowo–Gibran diprediksi akan bergerak lebih cepat dalam mengeksekusi program prioritas, mulai dari ketahanan pangan, pertahanan negara, hingga transformasi ekonomi digital.
Reshuffle tiga kali dalam tempo singkat bisa menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan semua pos kementerian dijabat oleh sosok yang benar-benar sejalan dengan visinya.
Publik kini menunggu apakah “Kabinet Merah Putih” edisi terbaru ini mampu menjawab ekspektasi dan mempercepat realisasi janji-janji kampanye.
Editor : Mahendra Aditya