Reshuffle Kabinet: Langkah Politik Besar Prabowo
Presiden Prabowo Subianto akhirnya resmi merombak susunan Kabinet Merah Putih 2025–2029.
Pelantikan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/9/2025), dan menjadi sorotan politik nasional.
Sejumlah kursi strategis bergeser, sebagian tokoh kehilangan jabatan, sementara wajah-wajah baru mulai masuk lingkaran kekuasaan. Langkah ini dinilai bukan hanya sekadar penyesuaian birokrasi, melainkan strategi politik untuk memperkuat pemerintahan di awal masa jabatan.
Pejabat yang Diberhentikan
Keputusan Presiden yang dibacakan di Istana menegaskan ada beberapa pejabat yang diberhentikan dengan hormat. Di antaranya:
-
Erick Thohir, dicopot dari posisi Menteri BUMN.
-
Sulaiman Umar, diberhentikan dari Wakil Menteri Kehutanan.
-
Hasan Nasbi, lepas dari jabatan Kepala Komunikasi Kepresidenan.
-
Anto M. Putranto, tidak lagi menjabat Kepala Staf Kepresidenan.
-
Beberapa pejabat lain yang ikut bergeser dari lingkaran inti Istana.
Keputusan ini menandai pergeseran peta kekuasaan, mengingat beberapa nama sebelumnya cukup dominan dalam jalannya pemerintahan.
Wajah Baru dalam Kabinet Merah Putih
Tak hanya pemberhentian, Prabowo juga melantik sejumlah pejabat baru yang dipercaya mengisi pos penting. Berikut daftar lengkapnya:
-
Djamari Chaniago: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
-
Erick Thohir: meski dicopot dari BUMN, ia kembali masuk kabinet sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
-
Afriansyah Noor: Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
-
Rohmat Marzuki: Wakil Menteri Kehutanan.
-
Faridah Faricha: Wakil Menteri Koperasi.
-
Angga Raka Prabowo: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
-
Muhammad Qodari: Kepala Staf Kepresidenan.
-
Ahmad Dofori: Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.
-
Naniek S. Deyang: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
-
Sonny Sanjaya: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
-
Sara Sadiqah: Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Daftar tersebut menunjukkan adanya kombinasi tokoh politik senior, mantan pejabat, hingga figur baru yang belum banyak muncul ke publik.
Erick Thohir Digeser, Tapi Tetap Dapat Kursi
Nama Erick Thohir jadi salah satu sorotan utama. Ia diberhentikan dari kursi Menteri BUMN, namun kembali dipercaya mengisi posisi baru sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Pergeseran ini memunculkan spekulasi politik: apakah Erick sedang disiapkan untuk peran berbeda, atau justru digeser karena dinamika internal kabinet?
Muhammad Qodari & Sara Sadiqah: Figur Baru di Istana
Masuknya Muhammad Qodari, analis politik yang sering muncul di layar televisi, sebagai Kepala Staf Kepresidenan menjadi kejutan tersendiri. Perannya diyakini akan memperkuat komunikasi politik Istana dengan publik.
Sementara itu, Sara Sadiqah ditunjuk sebagai Kepala LKPP. Penunjukan ini menegaskan bahwa pemerintah menaruh perhatian serius pada tata kelola pengadaan barang dan jasa yang selama ini rawan disorot publik.
Dasar Hukum Reshuffle
Keputusan ini tertuang dalam beberapa Keputusan Presiden, antara lain:
-
Keppres No. 96B Tahun 2025 dan No. 97B Tahun 2025, terkait pemberhentian dan pengangkatan pejabat di lingkungan Istana.
-
Keppres No. 152/TPA Tahun 2025, yang mengatur pengangkatan dan pemberhentian dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di LKPP.
Dengan dasar hukum ini, reshuffle kabinet dipastikan memiliki legitimasi penuh dan menjadi bagian dari strategi tata kelola pemerintahan Prabowo.
Pesan Politik di Balik Reshuffle
Reshuffle ini bukan hanya soal teknis pemerintahan, tapi juga mengirim sinyal politik penting. Pertama, Prabowo menunjukkan bahwa ia tidak segan menggeser pejabat lama, sekalipun nama besar. Kedua, penunjukan wajah baru memberi sinyal bahwa kabinet butuh darah segar untuk menjawab tantangan lima tahun ke depan.
Analis menilai langkah ini sebagai upaya menjaga keseimbangan kekuatan politik sekaligus mempertegas arah pemerintahan Prabowo yang ingin tampil tegas dan efektif.
Dampak Reshuffle Bagi Pemerintahan
Perombakan ini diperkirakan akan berdampak pada dinamika kebijakan, terutama di sektor BUMN, komunikasi politik, dan reformasi kepolisian.
-
BUMN: dengan Erick keluar, arah kebijakan perusahaan milik negara bisa berubah drastis.
-
Komunikasi Publik: masuknya Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan menandakan strategi komunikasi Istana akan lebih agresif.
-
Keamanan & Kepolisian: penunjukan Ahmad Dofori di bidang reformasi kepolisian menunjukkan perhatian khusus Prabowo terhadap isu hukum dan ketertiban.
Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada September 2025 menjadi momentum penting dalam perjalanan pemerintahan.
Sejumlah tokoh lama digeser, wajah baru masuk, dan arah politik pun kian jelas: Prabowo ingin membangun kabinet yang solid, responsif, dan sejalan dengan visinya.
Langkah ini akan terus dipantau publik. Apakah reshuffle benar-benar membawa perubahan signifikan, atau hanya sekadar bagi-bagi kursi, akan terjawab dalam perjalanan pemerintahan ke depan.
Satu hal pasti: politik di Istana kini semakin dinamis, dan Prabowo menunjukkan bahwa kursi menteri bisa berubah kapan saja, sesuai kebutuhan strategi negara.
Editor : Mahendra Aditya