SURABAYA – Kepolisian memastikan pengemudi bus Ind’s88 Trans yang mengalami kecelakaan di Jalur Bromo, Probolinggo, masih menjalani perawatan medis.
Peristiwa nahas tersebut merenggut delapan nyawa dari total 55 penumpang yang berada di dalam bus.
Sopir bernama Albahri, 57, warga Jember, menderita patah tulang pada lengan kiri sehingga belum bisa dimintai keterangan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kombes Iwan Saktiadi, mengatakan pihaknya menunggu izin medis untuk dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Pengemudi masih dalam perawatan akibat patah tulang. Kami menunggu kondisinya pulih agar bisa dilakukan pemeriksaan secara maksimal,” ujar Iwan saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (16/9/2025).
Pemeriksaan tes urine terhadap Albahri juga telah dilakukan. Hasilnya, ia dipastikan negatif dari pengaruh narkoba maupun alkohol.
Sementara itu, pemeriksaan kelengkapan administrasi bus menunjukkan seluruh dokumen kendaraan dalam keadaan lengkap.
Iwan menambahkan, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan Jasa Raharja dan Korlantas Polri untuk menyalurkan santunan kepada korban, baik yang mengalami luka ringan, luka berat, maupun keluarga korban meninggal dunia.
Menurut keterangan awal Albahri, peristiwa kecelakaan bus mulai mengalami kendala rem saat melintasi kawasan Jatian, Desa Boto.
Meski sempat mengurangi kecepatan, kendaraan tetap melaju tanpa kendali. Ia bahkan telah mengingatkan kondektur agar bersiap menghadapi kondisi darurat.
Ketika bus memasuki jalan menikung dan sedikit menanjak, Albahri membanting setir ke kanan lantaran jalur kiri padat kendaraan.
Namun bus justru menghantam pembatas jalan, pagar rumah warga, serta sebuah sepeda motor. Benturan keras membuat kaca bus pecah dan beberapa penumpang terpental keluar.
Insiden yang terjadi pada Minggu (14/9/2025) pukul 11.45 WIB itu menewaskan delapan penumpang dan melukai puluhan lainnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan.
Pemeriksaan lanjutan terhadap sopir akan dilakukan setelah kondisinya dinyatakan stabil oleh tim medis.
Editor : Ali Mustofa