RADAR KUDUS - Kasus pembunuhan sadis yang menimpa Tiara Angelina Saraswati masih menjadi buah bibir di media sosial.
Publik seakan belum bisa melepaskan perhatian dari tragedi ini. Alvi Maulana, kekasih korban yang bekerja sebagai driver ojek online, menjadi tersangka utama setelah menghabisi nyawa Tiara dan memutilasi tubuhnya menjadi 310 potongan di Pacet, Mojokerto.
Peristiwa ini bukan hanya mengejutkan karena kebrutalannya, tetapi juga karena sisi personal korban yang mendadak ikut tersorot.
Video lawas Tiara kini kembali beredar luas di TikTok dan X (Twitter), memunculkan diskusi baru tentang hubungan mereka dan gaya hidup sang korban sebelum kejadian nahas itu.
Video Lawas Tiara Viral, Pamer HP Mewah
Dalam salah satu video yang kini viral, Tiara tampak santai membuat mirror selfie sambil memamerkan ponsel lipat mewah miliknya, Samsung Z Flip 5. Di sampingnya, Alvi Maulana ikut terekam kamera, tampak tersenyum tipis.
Ponsel yang ditunjukkan Tiara bukan barang murah. Samsung Z Flip 5 dirilis dengan harga kisaran Rp15 juta untuk varian RAM 8GB/256GB dan sekitar Rp17 juta untuk 8GB/512GB. Kini, harga bekasnya di pasaran masih mencapai Rp10 jutaan.
Banyak netizen menyoroti momen ini sebagai gambaran kontras antara gaya hidup korban yang terkesan hedonis dengan latar belakang keluarganya yang sederhana—orang tuanya diketahui hanya berjualan sempol dan es tebu di Lamongan.
Kronologi Malam Tragis di Pacet
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menjelaskan kronologi singkat peristiwa keji itu. Pada malam kejadian, Alvi baru pulang larut malam ke kos mereka.
Namun, pintu dikunci dari dalam oleh Tiara. Terjadi adu mulut panas, yang disebut polisi sudah sering terjadi sebelumnya.
“Pelaku merasa emosi karena gaya bicara korban dan tuntutan ekonomi yang dirasa berat. Cekcok pun terjadi dan memuncak malam itu,” jelas AKBP Ihram.
Dalam kemarahan, Alvi menusuk leher Tiara hingga meninggal dunia. Bukannya panik dan menyerahkan diri, pelaku justru melakukan mutilasi terhadap tubuh korban, memotongnya menjadi ratusan bagian.
Beberapa potongan disimpan di dalam lemari kos, sementara sisanya dibuang di semak-semak Pacet Selatan.
Potongan tubuh pertama kali ditemukan warga bernama Suliswanto pada Sabtu pagi, 6 September 2025, sekitar pukul 10.30 WIB.
Penemuan itu langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Tak lama berselang, tim Satreskrim Polres Mojokerto menangkap Alvi di kosnya di Surabaya, Minggu dini hari.
Kini, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal mati atau penjara seumur hidup.
Sorotan Netizen: Dari Kasus Kriminal ke Gaya Hidup Korban
Di media sosial, publik tidak hanya fokus pada aspek kriminalitas kasus ini. Kehidupan pribadi korban juga ikut diulik.
Banyak warganet mengomentari bagaimana Tiara kerap memamerkan gaya hidup mewah di tengah kondisi ekonomi keluarganya.
Beberapa pengguna TikTok bahkan mengaitkan gaya hidup hedon korban dengan motif pembunuhan.
Meski begitu, pakar psikologi menilai penting untuk tidak menyalahkan korban sepenuhnya, sebab tindak kekerasan tetap tidak dapat dibenarkan.
Fenomena viralnya video ini menunjukkan bagaimana media sosial memperpanjang umur suatu kasus. Bukan hanya soal kriminal, tetapi juga membentuk opini publik tentang karakter para pihak yang terlibat.
Dampak Sosial dan Psikologis
Kasus ini juga membuka diskusi soal kesehatan mental dan hubungan toksik. Banyak komentar yang menyoroti bagaimana cekcok berulang dan tekanan ekonomi bisa memicu tindak kekerasan ekstrem.
Psikolog forensik menilai, penting bagi pasangan muda untuk memiliki komunikasi yang sehat dan manajemen emosi yang baik. Perselisihan yang dibiarkan berlarut-larut dapat berakhir fatal seperti kasus ini.
Fenomena "Viralization" Kasus Kriminal
Kasus Tiara Angelina menjadi salah satu contoh bagaimana kejahatan dapat berubah menjadi fenomena viral.
Video lawas, foto-foto pribadi, bahkan barang yang dipakai korban menjadi bahan perbincangan massal.
Fenomena ini sekaligus menimbulkan perdebatan etis: sampai sejauh mana privasi korban layak diungkap? Namun bagi sebagian warganet, momen seperti ini dianggap sebagai pelajaran penting tentang bahaya hubungan yang penuh konflik.
Kesimpulan: Kasus yang Mengguncang dan Mengedukasi
Tragedi Pacet bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ia menjadi cermin realitas sosial: hubungan yang tidak sehat, tekanan ekonomi, dan dampak media sosial terhadap persepsi publik.
Video Tiara yang viral mungkin hanya sepotong fragmen kecil dari kehidupannya, tetapi cukup untuk mengguncang netizen.
Kini, selain menuntut keadilan bagi korban, publik juga diajak merenungkan pentingnya edukasi tentang hubungan sehat, manajemen konflik, dan pencegahan kekerasan dalam pacaran.
Editor : Mahendra Aditya