Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Yaman Dilanda Ketegangan: PM Houthi Ahmed al-Rahawi dan Sejumlah Menteri Tewas dalam Serangan Udara Israel

Ali Mustofa • Senin, 1 September 2025 | 19:40 WIB

Kobaran api membumbung dari lokasi serangan udara Israel di Sanaa, Yaman, 24 Agustus 2025.
Kobaran api membumbung dari lokasi serangan udara Israel di Sanaa, Yaman, 24 Agustus 2025.

RADAR KUDUS – Langit ibu kota Sanaa membara akibat serangan udara Israel pada Kamis (28/8), yang menewaskan Perdana Menteri Houthi, Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi, beserta beberapa anggota kabinet lainnya.

Informasi ini dikonfirmasi oleh pihak Houthi, meski jumlah pasti korban dari jajaran pemerintahan belum dirilis.

Menurut laporan Al Jazeera, al-Rahawi merupakan pejabat tertinggi yang tewas sejak Israel meningkatkan serangannya ke Yaman dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Hadir di KPK, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023-2024

Serangan itu terjadi ketika para pejabat Houthi tengah mengadakan rapat kerja di ibu kota.

Dalam pernyataan resmi, Houthi menyebut al-Rahawi sebagai “mujahid” dan menyatakan kematiannya sebagai syahid.

“Kami menyampaikan bahwa mujahid Ahmed Ghaleb al-Rahawi, Perdana Menteri Pemerintah Perubahan dan Pembangunan, beserta sejumlah menteri, gugur pada Kamis lalu,” tulis pernyataan dari kepresidenan Houthi.

Sementara itu, militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan “sasarannya rezim teroris Houthi” di Sanaa. Media Israel menyebut bahwa operasi Kamis menargetkan seluruh kabinet Houthi, termasuk perdana menteri dan 12 menteri lainnya.

Serangan ini menyusul serangan sebelumnya pada 24 Agustus, yang menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 90 orang.

Israel mengklaim serangan awal menumbangkan situs militer Houthi dan istana kepresidenan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan strategi baru yang menargetkan para pemimpin Houthi, mirip dengan operasi sebelumnya terhadap Hezbollah, Hamas, dan Jihad Islam.

Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Calvin Verdonk Resmi Berseragam Lille dengan Nilai Transfer 3 Juta Euro

Sedangkan Mahdi al-Mashat, Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, menegaskan kelompoknya akan membalas serangan tersebut.

“Dari luka terdalam ini, kemenangan akan lahir,” katanya melalui pesan video.

Kepresidenan Houthi menambahkan, meski sejumlah pejabat senior tewas, jalannya pemerintahan tetap berlanjut.

“Darah para syuhada akan menjadi semangat untuk melanjutkan perjuangan,” bunyi pernyataan resmi.

Al-Mashat juga menegaskan dukungan mereka pada Palestina: “Kami tetap teguh bersama rakyat Gaza sampai agresi berhenti dan blokade dicabut, apapun risikonya.”

Dalam beberapa bulan terakhir, Houthi melancarkan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal asing di Laut Merah serta Teluk Aden, yang mereka klaim sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.

Rabu lalu, mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal ke Israel selatan, meski berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel.

Kematian al-Rahawi menandai eskalasi signifikan dalam konflik Yaman sekaligus memperluas dampak perang Gaza ke kawasan Timur Tengah.

Editor : Ali Mustofa
#houthi #tewas #kepresidenan #Israel #pejabat