Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Cuma Rp4 Juta, Ini Deretan Tunjangan Fantastis Anggota DPR

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 31 Agustus 2025 | 15:00 WIB
ILUSTRASI: Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
ILUSTRASI: Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

RADAR KUDUS - Isu gaji dan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menjadi sorotan tajam publik.

Polemik ini bahkan memicu gelombang demonstrasi, lantaran penghasilan yang diterima wakil rakyat dinilai tak sebanding dengan kontribusi mereka dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Momen pelantikan anggota DPR periode 2024–2029 di Kompleks Parlemen Senayan pada 1 Oktober 2024 lalu, yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, seakan menjadi panggung sekaligus pengingat akan besarnya fasilitas yang melekat pada kursi parlemen.

Gaji Pokok yang “Kecil” Tapi Jadi Sekadar Formalitas

Secara resmi, gaji pokok anggota DPR diatur dalam PP Nomor 75 Tahun 2000. Besarannya terlihat “biasa saja”: Ketua DPR hanya menerima Rp5,04 juta per bulan, Wakil Ketua DPR Rp4,62 juta, dan anggota DPR Rp4,2 juta.

Namun, publik menyebut gaji pokok hanyalah “pemanis” karena nilai sesungguhnya terletak pada sederet tunjangan jumbo yang menyusul di belakangnya.

Tunjangan Berlapis dengan Nominal Fantastis

Dalam Surat Edaran Sekretariat Jenderal DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010, disebutkan berbagai komponen tunjangan yang membuat penghasilan DPR membengkak drastis. Rinciannya sebagai berikut:

Tak berhenti di situ, anggota DPR juga mendapatkan tunjangan pengganti rumah dinas sebesar Rp50 juta per bulan, lantaran fasilitas rumah dinas kini dikembalikan ke negara. Komponen ini menjadi sorotan terbesar masyarakat karena jumlahnya dianggap tidak masuk akal.

Kritik: Kesejahteraan Rakyat Belum Terjamah

Besarnya angka tunjangan DPR memunculkan pertanyaan serius: apakah wajar wakil rakyat menikmati penghasilan puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tekanan?

Berbagai kalangan menilai, kinerja DPR yang kerap disorot karena rendahnya produktivitas legislasi dan kontroversi kebijakan, tidak sebanding dengan “tiket emas” bernama gaji dan tunjangan tersebut.

Publik menuntut adanya transparansi serta reformasi menyeluruh dalam sistem penggajian pejabat negara.

Antara Legitimasi dan Keadilan Sosial

Pada akhirnya, isu gaji DPR bukan sekadar angka di atas kertas. Ia mencerminkan jurang antara elit politik dengan rakyat yang mereka wakili.

Selama tuntutan publik tak digubris, isu ini akan terus menjadi bahan bakar kritik yang menggerus legitimasi lembaga legislatif di mata masyarakat.

Editor : Mahendra Aditya
#Rincian Gaji DPR RI #perbandingan gaji dpr indonesia dengan negara lain #gaji dprd jombang #rincian gaji DPR #gaji DPR RI terbaru #Nafa Urbach Dukung kenaikan gaji DPR #demo menolak gaji DPR #gaji DPR Rp50 juta #Tolak Gaji DPR #Demo menolak kenaikan gaji DPR #Polemik Kenaikan Gaji DPR RI #ramai gaji DPR 3 juta per hari #gaji DPR per bulan #anggaran gaji dpr #Gaji DPR naik #Gaji DPR Rp 3 juta per hari #Gaji DPR RI 66 Kali Lipat UMR Semarang #gaji dpr ri naik #Menolak Kenaikan Gaji DPR RI #Viral gaji DPR