JAKARTA – Gelombang aksi protes masyarakat terhadap kinerja DPR RI dan Polri kembali berujung ricuh.
Sejumlah fasilitas umum, termasuk di ibu kota, menjadi sasaran amarah massa.
Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa sebanyak tujuh halte TransJakarta hancur akibat dibakar sejak Jumat (29/8) malam hingga Sabtu (30/8) pagi sekitar pukul 06.50 WIB.
“TransJakarta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas publik agar tetap bisa dimanfaatkan oleh semua orang,” ungkap Ayu dalam keterangannya.
Tak hanya halte, kerusuhan juga merembet ke pos polisi. Pos Polisi Slipi, Jakarta Barat, dilaporkan hangus terbakar sekitar pukul 22.15 WIB pada Jumat (29/8).
Saat insiden terjadi, tidak ada petugas yang berjaga. Selain itu, barier plastik di Jalan S. Parman arah Grogol juga ikut dibakar massa, sehingga menarik perhatian warga sekitar untuk menyaksikan.
Situasi semakin mencekam ketika halte TransJakarta Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman turut dilalap api sekitar pukul 21.20 WIB.
Dalam hitungan menit, api meludeskan hampir seluruh bangunan halte, menyisakan kerangka besi.
Petugas kepolisian segera mengerahkan mobil water cannon untuk mengendalikan kobaran api.
Meski sempat berhasil diperkecil, api masih terlihat di beberapa bagian halte. Pos polisi lalu lintas di kawasan Polda Metro Jaya juga tidak luput dari pembakaran.
Kerusakan ini menambah panjang daftar fasilitas publik yang hancur akibat aksi massa.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai total kerugian. Namun, perbaikan dipastikan membutuhkan biaya besar serta waktu yang tidak singkat.
Berikut daftar 7 halte Transjakarta yang rusak dibakar massa:
1. Halte Polda Metro Jaya
2. Halte Senen toyota rangga
3. Halte Sentral Senen
4. Halte Senayan BDKI
5. Halte Gerbang Pemuda
6. Halte Bundaran Senayan
7. Halte Pemuda pramuka
Editor : Ali Mustofa