Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kronologi Driver Ojol Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob, Publik Tagih Pertanggungjawaban Polisi

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:56 WIB

 

massa buruh, mahasiswa, hingga masyarakat sipil pada Kamis (28/8/2025) di depan DPR RI
massa buruh, mahasiswa, hingga masyarakat sipil pada Kamis (28/8/2025) di depan DPR RI

RADAR KUDUS - Gelombang massa buruh, mahasiswa, hingga masyarakat sipil pada Kamis (28/8/2025) di depan DPR RI, Jakarta, berakhir dengan insiden berdarah.

Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan tewas setelah dilindas kendaraan taktis milik Brimob.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menimbulkan pertanyaan besar tentang profesionalitas aparat saat mengendalikan aksi massa.

Kronologi: Dari Aksi Damai ke Ricuh

Awalnya, ribuan buruh turun ke jalan menyuarakan enam tuntutan utama, mulai dari penghapusan outsourcing hingga revisi UU Pemilu.

Aksi berjalan kondusif hingga siang hari, namun situasi berubah ketika kelompok mahasiswa dan pelajar datang bergabung. Suasana kian tegang, bentrokan pun pecah di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Menurut saksi mata bernama Kevin, mobil rantis Brimob melaju kencang tanpa memperhatikan massa yang berhamburan.

Seorang pengemudi ojol terjatuh dan langsung terlindas. “Mobil itu tidak berhenti, malah terus melaju meski korban sudah tergeletak,” ujarnya.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan detik-detik mencekam tersebut. Beberapa demonstran mencoba menghentikan kendaraan, tetapi gagal.

Situasi diperparah dengan tembakan gas air mata yang bahkan sampai ke lantai 10 Rumah Susun Bendungan Hilir.

Polisi sedang melakukan pengamanan demo
Polisi sedang melakukan pengamanan demo

Identitas Korban dan Reaksi Publik

Korban bernama Affan Kurniawan, seorang driver ojol yang turut serta dalam aksi. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, membenarkan bahwa Affan meninggal akibat insiden tersebut.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendatangi RSCM dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban serta komunitas ojol.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Saya minta maaf atas musibah ini,” ujarnya.

Namun, pernyataan Kapolri dinilai belum cukup. Publik menuntut transparansi, investigasi mendalam, serta pertanggungjawaban aparat di lapangan. Hingga kini, tujuh anggota Brimob diperiksa terkait kasus ini.

Tuntutan Demonstran dan Gelombang Kemarahan

Demo di depan DPR awalnya digalang serikat buruh dengan enam tuntutan utama, mulai dari isu ketenagakerjaan hingga kebijakan politik.

Namun, masuknya massa mahasiswa membuat arah tuntutan melebar: pembubaran DPR dan pencabutan tunjangan besar bagi anggota dewan.

Insiden tewasnya Affan membuat emosi massa semakin membara. Kecaman datang dari berbagai organisasi masyarakat sipil yang menuding polisi menggunakan kekerasan berlebihan.

Demonstrasi yang seharusnya menjadi ruang demokrasi justru berubah menjadi catatan kelam.

TRAGIS: Driver ojol Affan terlindas mobil Brimob di tengah sedang menghalau para pendemo, kamis, (28/08) malam.
TRAGIS: Driver ojol Affan terlindas mobil Brimob di tengah sedang menghalau para pendemo, kamis, (28/08) malam.

Polisi di Bawah Tekanan

Insiden ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan pukulan telak bagi citra aparat keamanan.

Dalam demokrasi, polisi seharusnya bertugas melindungi, bukan justru menjadi ancaman bagi warga. Evaluasi besar-besaran terhadap SOP pengendalian massa kini menjadi tuntutan publik.

Apalagi, peristiwa ini bukan yang pertama kali. Catatan hitam soal brutalitas aparat sudah berulang kali terjadi.

Pertanyaannya: sampai kapan nyawa rakyat harus jadi taruhan setiap kali menyuarakan aspirasi?

Tragedi yang merenggut nyawa seorang driver ojol di depan DPR bukan sekadar insiden tragis, melainkan alarm keras bagi institusi kepolisian dan pemerintah.

Aksi protes yang mestinya menjadi wujud demokrasi kini justru diwarnai kekerasan aparat. Publik menunggu langkah nyata: apakah kasus ini akan benar-benar diusut, atau hanya menjadi bagian dari sejarah panjang impunitas aparat di Indonesia.

Editor : Mahendra Aditya
#rantis brimob lindas ojol #Ulang Tahun DPR RI #Massa kepung Mako Brimob #dpr ri #Oknum Brimob #Rantis Brimob #Mako Brimob Kwitang #Dilindas Brimob #Korban Demo Berdarah #Demo Anarkis #Humas Korps Brimob #Ojol Tewas #Mobil Brimob lindas ojol #Brimob menabrak pengemudi ojol #demo buruh #driver ojol #demo #7 orang anggota Brimob yang diperiksa #ojol #Warga Brimob Bentrok #7 Anggota Brimob Diperiksa #Benarkan Ojol Tewas #Komisi IX DPR RI #ojol terlindas demo #Pelindas Ojol #Markas Brimob Kwitang #viral ojol dilindes #Komisi XII DPR RI #Brutalitas Penanganan Demo #Demo Buruh DPR #Dilindas Rantis Brimob #demo dpr ri #Pelindas Ojol hingga Tewas #brimob #spesifikasi rantis Brimob #demonstrasi #Driver Ojol Yang Terlindas Kendaraan Rantis #kasus ojol tewas dilindas rantis Brimob #Rimueng Brimob #Driver Ojol Dilindas Rantis Brimob