RADAR KUDUS - Sumatera Utara dikenal sebagai provinsi besar di Pulau Sumatera dengan geliat ekonomi yang beragam. Dari total 15 kabupaten dan 8 kota, salah satu daerah menonjol sebagai pusat kekuatan ekonomi, yaitu Kota Medan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Medan ditetapkan sebagai kota terkaya di Sumatera Utara.
Dengan luas wilayah 279,29 km², Medan mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mencapai Rp132,57 juta. Angka ini menempatkannya di puncak daftar kota dengan tingkat kemakmuran tertinggi di provinsi tersebut.
Sebagai ibu kota provinsi sekaligus kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan memang wajar menyandang predikat sebagai episentrum ekonomi di bagian barat Indonesia.
Ironi Kekuasaan: Kota Kaya, Wali Kota Paling Miskin
Namun yang membuat publik terkejut bukanlah angka PDRB yang fantastis, melainkan sosok yang kini memimpin kota ini. Sejak periode 2025–2030, Medan resmi dipimpin oleh Rico Tri Putra Bayu Waas, atau yang akrab dikenal Rico Waas.
Alih-alih hidup bergelimang harta, Rico justru tercatat sebagai wali kota dengan kekayaan paling sedikit di seluruh Sumatera Utara.
Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan, total kekayaannya hanya Rp253,9 juta.
Kekayaan tersebut tidak berupa properti mewah atau kendaraan bernilai tinggi, melainkan hanya tercatat sebagai aset kas dan setara kas.
Fakta ini otomatis menjadikan Rico sebagai wali kota termiskin di provinsi dengan dinamika ekonomi besar itu.
Daftar Kota Terkaya di Sumatera Utara
Selain Medan, ada beberapa kota lain yang masuk dalam jajaran wilayah dengan PDRB per kapita tinggi. Berikut peringkat empat besar kota terkaya di Sumut berdasarkan data BPS tahun 2024:
-
Kota Medan – Rp132,57 juta per kapita
-
Kota Sibolga – Rp78,49 juta per kapita
-
Kota Tanjungbalai – Rp65,75 juta per kapita
-
Kota Pematangsiantar – Rp62,62 juta per kapita
Dari data tersebut terlihat betapa dominannya Medan dibandingkan kota lain. Selisih PDRB per kapita dengan kota peringkat kedua, Sibolga, bahkan hampir dua kali lipat.
Kontras yang Memicu Rasa Ingin Tahu
Kondisi unik ini menimbulkan ironi sekaligus menarik perhatian publik. Bagaimana mungkin kota dengan perputaran ekonomi terbesar di Sumut justru dipimpin oleh wali kota dengan kekayaan pribadi paling minim?
Fenomena ini sekaligus membuka diskusi baru mengenai integritas pejabat publik dan harapan warga.
Di satu sisi, kekayaan yang kecil bisa menjadi sinyal positif bahwa sang pemimpin bukan tipe pejabat yang menumpuk harta.
Namun di sisi lain, publik tentu menanti bukti nyata dari kepemimpinannya, apakah sang wali kota mampu mengelola potensi Medan agar semakin maju tanpa terjebak kepentingan pribadi.
Kota Medan sebagai kota terkaya di Sumatera Utara dengan PDRB per kapita Rp132,57 juta kini dipimpin oleh Rico Waas, wali kota termiskin dengan kekayaan hanya Rp253 juta.
Kontras antara kota kaya dan pemimpin minim harta ini menghadirkan ironi yang menarik, sekaligus menimbulkan pertanyaan besar: akankah keterbatasan kekayaan pribadi justru membuat Rico lebih fokus pada kesejahteraan masyarakat?
Editor : Mahendra Aditya