Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

7 Asumsi Makro Utama RAPBN 2026 Diumumkan : Target 5,4%, Rupiah Rp16.500, dan Harga Minyak US$70, Kenaikan Gaji PNS?

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 15 Agustus 2025 | 23:58 WIB
Presiden Prabowo: Koperasi desa sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan
Presiden Prabowo: Koperasi desa sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan

RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto resmi memaparkan Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

RAPBN ini menjadi rancangan APBN pertama yang disusun penuh oleh pemerintahannya sejak dilantik pada Oktober 2024.

Dalam pemaparannya, pemerintah mengajukan tujuh asumsi makro utama sebagai landasan penyusunan anggaran negara tahun depan.

Target yang dipasang dinilai cukup ambisius, mencerminkan optimisme pemerintah terhadap kinerja perekonomian Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,4%

Pemerintah menetapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada 2026.

Angka ini tergolong tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan Indonesia selama satu dekade terakhir yang berada di kisaran 4,2%. Bahkan, target ini menjadi yang tertinggi sejak tahun pertumbuhan ekonomi dipatok 5,5%.

Optimisme ini didukung capaian positif ekonomi kuartal II-2025 yang tumbuh 5,12% (year-on-year), naik dari 4,87% pada kuartal sebelumnya.

Capaian ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam dua tahun terakhir, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Namun, target 5,4% juga dianggap menantang mengingat berbagai dinamika global, termasuk perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang utama dan ketidakpastian pasar keuangan internasional.

Rupiah dan Suku Bunga SBN

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan berada pada level Rp16.500 per US$ pada 2026.

Angka ini sedikit lebih lemah dibandingkan rata-rata posisi rupiah sepanjang 2025 yang berada di Rp16.384 per US$.

Sementara itu, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di kisaran 6,9%.

Penentuan asumsi ini mempertimbangkan proyeksi kondisi pasar obligasi, inflasi, serta arah kebijakan moneter global, terutama dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

Harga Minyak dan Lifting Migas

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) ditargetkan pada angka US$70 per barel untuk tahun depan.

Angka ini memperhitungkan proyeksi harga minyak dunia yang masih rentan terhadap gejolak geopolitik, kebijakan produksi negara-negara OPEC+, dan pergerakan permintaan global.

Untuk sektor hulu migas, target lifting minyak mentah dipasang sebesar 610 ribu barel per hari.

Sedangkan target lifting gas bumi mencapai 0,984 juta barel setara minyak per hari.

Capaian ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang stabil.

Proses Pembahasan di DPR

RAPBN 2026 akan segera dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama 30 hari kerja ke depan.

Pembahasan ini akan melibatkan berbagai komisi terkait dan Badan Anggaran DPR untuk menelaah asumsi, alokasi anggaran, dan prioritas belanja negara.

Setelah proses pembahasan dan penyempurnaan, RAPBN 2026 dijadwalkan disahkan melalui Sidang Paripurna DPR.

Dokumen final APBN akan menjadi pedoman resmi bagi pemerintah dalam mengelola pendapatan dan belanja negara sepanjang 2026.

Poin Penting Asumsi Makro RAPBN 2026

Berikut rangkuman tujuh asumsi makro yang diajukan pemerintah:

  1. Pertumbuhan ekonomi: 5,4%

  2. Nilai tukar rupiah: Rp16.500/US$

  3. Suku bunga SBN 10 tahun: 6,9%

  4. Harga minyak mentah (ICP): US$70 per barel

  5. Lifting minyak: 610 ribu barel per hari

  6. Lifting gas bumi: 0,984 juta barel setara minyak per hari

  7. Indikator pendukung lainnya yang mempertimbangkan stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat.

Tantangan dan Harapan

Meski proyeksi pemerintah terbilang optimis, sejumlah tantangan harus diantisipasi. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta potensi tekanan inflasi bisa memengaruhi pencapaian target.

Selain itu, peningkatan produktivitas dan efisiensi belanja negara menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dapat tercapai sesuai rencana.

Pemerintah menegaskan akan mengupayakan kebijakan fiskal yang sehat, memperkuat investasi, dan mendorong konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan.

Reformasi struktural, khususnya di sektor industri, energi, dan ketenagakerjaan, juga menjadi bagian dari strategi untuk menjaga momentum ekonomi.

RAPBN 2026 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto memuat target ambisius, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga asumsi harga komoditas.

Meski tantangan ke depan tidak ringan, pemerintah menaruh keyakinan bahwa strategi fiskal yang terarah dan kerja sama lintas sektor dapat membawa perekonomian Indonesia menuju pencapaian target yang telah ditetapkan. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#kenaikan gaji pns 2026 #Nota keuangan APBN 2026 #RAPBN 2026