Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tangis & Amarah Serma Christian Namo Pecah! Jenazah Anak Prajurit Tewas Diduga Dianiaya Senior Gagal Diautopsi

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 10 Agustus 2025 | 03:09 WIB
Tangkapan layar saat Serma Christian Namo emosi karena jasad anaknya, Prada Lucky Namo yang meninggal diduga dianiaya senior, tak bisa diautopsi di rumah sakit. (Instagram @surakartakita)
Tangkapan layar saat Serma Christian Namo emosi karena jasad anaknya, Prada Lucky Namo yang meninggal diduga dianiaya senior, tak bisa diautopsi di rumah sakit. (Instagram @surakartakita)

RADAR KUDUS – Suasana di Rumah Sakit Tentara Wira Sakti, Kupang, mendadak tegang.

Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, ayah dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo, tak mampu menahan amarah saat mengetahui jenazah putranya yang meninggal dalam dugaan kasus penganiayaan tidak bisa diautopsi. Penyebabnya, pihak rumah sakit mengaku tidak memiliki dokter forensik.

Momen ini terekam jelas dalam video yang viral di media sosial, khususnya melalui akun Instagram @surakartakita pada Sabtu (9/8/2025).

Dengan suara bergetar namun tegas, Serma Christian memerintahkan prajurit lain untuk segera memindahkan jasad anaknya ke rumah sakit lain.

“Sudah, kasih keluar sekarang. Cari yang lain. Ini mayat anak saya, saya yang tanggung jawab, saya yang komando. Pikul dan keluarkan!” teriaknya di hadapan sejumlah anggota TNI.

Tertahan di Dua Rumah Sakit
Drama pilu ini tak berhenti di sana. Upaya autopsi di RS Bhayangkara Kupang pun kandas lantaran rumah sakit tersebut meminta surat keterangan resmi dari kepolisian.

Serma Christian, yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

“Saya masih sah jadi tentara, jiwa saya merah putih. Saya sudah 31 tahun mengabdi di TNI, baru kali ini saya alami sendiri. Apa ini balasan untuk saya? Saya hanya minta keadilan. Negara tidak bisa bantu saya kah?” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kronologi Kematian Prada Lucky
Prada Lucky Chepril Saputra Namo, 23 tahun, adalah prajurit muda yang bertugas di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waja Nga Mere Nagekeo, NTT.

Ia dikabarkan menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 6 Agustus 2025, setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Menurut informasi yang beredar, kematian Lucky diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum senior di satuan tempatnya bertugas. Luka-luka yang dialaminya membuat kondisinya kritis hingga akhirnya tak tertolong.

Tuntutan Keadilan yang Menggema
Serma Christian Namo berulang kali menegaskan bahwa ia tidak akan berhenti memperjuangkan keadilan bagi putranya. Baginya, kasus ini bukan hanya soal kehilangan anak, tetapi juga soal martabat dan rasa kemanusiaan yang dilukai.

“Saya tidak akan diam. Anak saya meninggal bukan karena sakit biasa. Saya akan kejar sampai tuntas,” tegasnya di tengah kerumunan yang menyaksikan.

Reaksi Publik dan Sorotan Nasional
Video kemarahan sang ayah menuai simpati publik. Warganet membanjiri kolom komentar dengan doa dan dukungan, seraya mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini.

Perbincangan di media sosial juga menyoroti sulitnya proses autopsi di daerah, terutama ketika kasus kematian mengandung unsur dugaan tindak kekerasan.

Kini, sorotan masyarakat tertuju pada langkah TNI dan aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini.

Pertanyaan besar menggantung: apakah kematian Prada Lucky akan menjadi alarm perubahan di tubuh militer, atau justru terkubur bersama jasadnya tanpa keadilan?

Editor : Mahendra Aditya
#prada lucky meninggal dunia dianiaya senior #Prada Lucky Cepril Saputra Namo #Prada Lucky Diusut Tuntas #Prada Lucky #serma christian Namo #Prada Lucky Namo