LUMAJANG – Seorang perempuan di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang meninggal dunia saat karnaval sound horeg di desanya pada Sabtu (2/8).
Korban bernama Anik Mutmainah. Saat itu Perempuan berusia 38 tahun tersebut menonton karnaval sound horeg dalam rangka selamatan desa dan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Saat tengah menonton, Anik tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri. Kemudian warga membawa Anik ke RSUD Pasirian.
Sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal oleh dokter jaga.
"Saat tiba di IGD, pasien sudah dinyatakan meninggal,” ujar dr Yessika, dokter jaga RSUD Pasirian.
Korban dinyatakan meninggal pada pukul 22.00 WIB. Menurut Yessika, pasien sudah mengalami henti jantung dan henti napas.
Lanjut Yessika, tim dokter sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan Anik. Bahkan saat diberi pertolongan pertama, pasien tidak memberikan respons kehidupan.
"Kami sempat berikan pertolongan hidup dasar, tapi pasien tidak memberikan refleks kehidupan," ujarnya.
Yessika menyebut, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena perlu dilakukan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
"Kami tidak bisa berspekulasi terkait penyebab kematian pasien, karena diperlukan pemeriksaan forensik lebih lanjut," ucapnya.
Saat ini jenazah dimakamkan di TPU Desa Selok Awar-awar Lumajang. Pihak keluarga juga sudah ikhlas atas kepergian korban untuk selamanya.
"Mau bagaimana lagi, namanya umur tidak ada yang tahu," Mujiarto, suami korban.
"Tetapi kalau perantaranya ya itu (sound horeg), tapi saya ikhlas karena sudah takdirnya," lanjutnya.
Sebelum meninggal, Mujiarto mengatakan, korban dalam kondisi sehat. Bahkan turut mengabadikan karnaval sound horeg melintas melalui kamera ponselnya.
Editor : Ali Mustofa