Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Meluas, 109 RT dan 3 Jalan di Jakarta Masih Terendam Hingga Senin Pagi

Redaksi Radar Kudus • Senin, 7 Juli 2025 | 17:00 WIB

Banjir yang terjadi di Jakarta semakin meluas hingga mencapai 53 Rukun Tetangga (RT)
Banjir yang terjadi di Jakarta semakin meluas hingga mencapai 53 Rukun Tetangga (RT)

Jakarta, RADAR KUDUS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak akhir pekan lalu menyebabkan banjir di sejumlah titik hingga Senin pagi (7/7/2025).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sebanyak 109 RT dan tiga ruas jalan masih terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 210 cm.

Wilayah paling terdampak banjir adalah Jakarta Timur dengan total 47 RT yang terendam. Sebagian besar banjir di kawasan ini dipicu oleh luapan Kali Ciliwung dan Kali Sunter.

Baca Juga: Bencana Alam Guncang Bogor: Banjir & Longsor Hantam Ratusan Rumah

Di Kelurahan Bidara Cina, genangan mencapai 180–210 cm dan berdampak pada 14 RT. Sedangkan di Cipinang Melayu, air setinggi 150 cm merendam 15 RT.

Selain itu, Kampung Melayu, Cawang, dan Balekambang juga melaporkan genangan tinggi akibat luapan sungai.

Di Kampung Melayu, 4 RT terdampak banjir setinggi 155 cm. Cawang mencatat 7 RT terendam dengan ketinggian air hingga 100 cm.

Jakarta Selatan mencatat 30 RT terdampak. Di Kelurahan Pela Mampang, 13 RT dilaporkan tergenang air dengan ketinggian tertinggi mencapai 150 cm.

Wilayah lainnya seperti Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru juga mengalami banjir akibat luapan Kali Ciliwung dan saluran penghubung (PHB) Sarua.

Di Jakarta Pusat, seluruh 17 RT yang terdampak berada di Kelurahan Karet Tengsin. Banjir di kawasan ini mencapai 30 hingga 40 cm, dipicu oleh luapan Kali Krukut dan intensitas hujan yang tinggi.

Sementara di Jakarta Barat, terdapat 15 RT terdampak yang tersebar di enam kelurahan, antara lain Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 30 hingga 70 cm.

Tak hanya permukiman warga, banjir juga melumpuhkan aktivitas di beberapa ruas jalan. Tiga titik jalan yang dilaporkan masih tergenang yaitu:

  1. Jl. Adi Karya di Kedoya Selatan dengan ketinggian air 15 cm,

  2. Gang H. Musanif di Kedaung Kali Angke setinggi 45 cm,

  3. Jl. Cipinang Indah (SMK Penabur) di Pondok Bambu dengan ketinggian 15 cm.

Ratusan Jiwa Mengungsi

Banjir menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Total pengungsi tersebar di sejumlah titik seperti masjid, sekolah, mushala, hingga kantor kelurahan. Di Kelurahan Bidara Cina saja, tercatat 137 jiwa dari 33 KK mengungsi ke aula kelurahan.

Kampung Melayu juga menjadi salah satu daerah dengan jumlah pengungsi cukup banyak. Sekitar 193 jiwa dari tiga titik pengungsian menempati Masjid Jami Ittihadul Ikhwan, SDN 01/02, dan titik lainnya.

Selain itu, pengungsian juga terjadi di Kelurahan Cililitan, Cawang, Jatipadang, Kedaung Kali Angke, dan Kedoya Selatan. Di Masjid Universitas Borobudur, Cipinang Melayu, tercatat 197 jiwa dari 59 KK terpaksa tinggal sementara akibat rumah mereka terendam.

Sejumlah masjid dan mushala di Karet Tengsin juga dijadikan tempat mengungsi. Di antaranya Masjid Nurul Huda, Masjid Al Muhajirin, dan RPTRA Segas. Tercatat sebanyak 156 jiwa dari 44 KK berlindung di lokasi tersebut.

Baca Juga: Banjir Besar Mengguyur Jakarta, Bidara Cina Terendam Hingga 2,1 Meter.

Upaya Penanganan Terus Dilakukan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD terus melakukan penanganan dan pemantauan kondisi banjir.

Petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Gulkarmat, serta aparat wilayah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, memompa genangan air, serta menyalurkan bantuan logistik.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan masih ada dalam beberapa hari ke depan.

Warga yang tinggal di dekat bantaran sungai atau daerah rawan diminta menyiapkan langkah darurat jika terjadi banjir susulan.

Layanan darurat 112 siap dihubungi jika warga membutuhkan bantuan evakuasi atau kondisi darurat lainnya. (Nilna Hibran) 

Editor : Mahendra Aditya
#banjir #evakuasi #jakarta #bantuan logistik #mengungsi #terendam #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #kali ciliwung