Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bencana Alam Guncang Bogor: Banjir & Longsor Hantam Ratusan Rumah

Redaksi Radar Kudus • Senin, 7 Juli 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi Banjir dan Longsor yang terjadi di Kabupaten bogor
Ilustrasi Banjir dan Longsor yang terjadi di Kabupaten bogor

RADAR KUDUS - Longsor dan banjir melanda Kabupaten Bogor. Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar), bencana ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (5/7).

Bencana longsor terjadi di delapan lokasi, di antaranya adalah Kampung Babakan Raya RT 02/RW 01, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga; Kampung Kandang RT 02/05, Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang; Kampung Pasar Rebo Citaville RT 03/07, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Ciampea; Kampung Ciletuh RT 04/01, Desa Cipayung Girang; dan Kampung Rawasedek RT 01/04, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung.

Selanjutnya, longsor juga terjadi di Kampung Cibatok RT 001/008, Desa Cibatok I, Kecamatan Cibungbulang; Kampung Kabandungan RT 01/04; Kampung Ciomas RT 01/06, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari; serta Kampung Jalan Cagak RT 004/001, Desa Kalong I, Kecamatan Leuwisadeng.

"Dampak dari bencana ini cukup serius, dengan total 43 kepala keluarga yang terdampak, berjumlah 186 jiwa. Selain itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia, yaitu Muhammad Resa, 22 tahun, yang ditemukan di Desa Megamendung.

Korban lainnya, Suhendar, 22 tahun, mengalami luka ringan," ungkap Pranata Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat, saat dikonfirmasi pada Minggu (6/7).

Hadi menjelaskan bahwa BPBD Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor untuk melakukan penanganan bencana. Tim BPBD telah melakukan kaji cepat dan analisis di lokasi kejadian, memberikan edukasi tentang kebencanaan, serta melakukan evakuasi.

"Saat ini, material longsoran masih belum dibersihkan. Jenazah Muhammad Resa telah dibawa ke RSUD Ciawi untuk proses selanjutnya," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor dan BPBD Provinsi Jawa Barat terus berupaya memantau situasi dan melakukan langkah-langkah penanganan bencana agar dampaknya dapat diminimalkan.

Sementara itu, untuk bencana banjir, terdapat tiga lokasi yang terdampak di beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor. Menurut laporan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, bencana ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi.

Lokasi yang terkena dampak meliputi Kampung Paku RT 02/RW 04, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng; Kampung Bubulak RT 03/RW 09, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas; dan Kampung Kebonjati Kabandungan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari.

Dampak dari bencana ini cukup signifikan, dengan total 46 kepala keluarga dan 197 jiwa yang terdampak.

Selain itu, beberapa rumah dan fasilitas umum juga mengalami dampak, termasuk 5 unit rumah yang terendam di Desa Sadeng, 20 unit rumah dan satu unit tempat ibadah yang terendam di Desa Laladon, serta 1 unit rumah yang rusak ringan dan 19 unit rumah yang terdampak di Desa Sirnagalih.

Hadi menjelaskan bahwa BPBD Provinsi Jawa Barat telah bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bogor untuk melakukan penanganan bencana. Tim BPBD telah melaksanakan kaji cepat, evakuasi, analisis di lokasi kejadian, serta memberikan edukasi tentang kebencanaan dan himbauan kepada masyarakat.

"Saat ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, karena ada kemungkinan banjir akan kembali terjadi," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor dan BPBD Provinsi Jawa Barat terus berupaya memantau situasi dan melakukan langkah-langkah penanganan bencana agar dampaknya dapat diminimalkan.

(Titin Shofiana Firda)

Editor : Mahendra Aditya
#banjir bogor #Banjir Bogor 2025