Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dramatis! Kapal KMP Tunu Tiba-tiba Miring hingga Tenggelam di Selat Bali

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 3 Juli 2025 | 19:29 WIB
Kesaksian Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya: Lampu Sempat
Kesaksian Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya: Lampu Sempat

RADAR KUDUS - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di Perairan Selat Bali, dini hari Rabu (2/7/2025).

Insiden terjadi saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, sekitar pukul 23.20 WIB .

Sebelum tenggelam, kapal sempat mengalami kebocoran di ruang mesin. Sekitar pukul 00.16 WITA, kru melaporkan kerusakan tersebut melalui radio kanal 17.

Tak lama setelah itu, timbul pemadaman total (blackout) sekitar pukul 00.19 WITA.

Petugas Lalu Lintas Pelabuhan Gilimanuk menerima kabar bahwa kapal miring, lalu terbalik dan hanyut ke arah selatan.

Koordinat terakhir menunjukkan posisi kapal di -08°09.371', 114°25.1569' .

Kombes Pol Ariasandy dari Polda Bali mengungkapkan kesaksian penumpang dan awak.

Salah satu ABK, Riko (28), menceritakan kepanikan saat kapal tiba-tiba miring saat ia baru bangun dari tidur pergantian shift.

Kapal mengangkut 65 orang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta membawa 22 kendaraan, termasuk truk tronton.

Jumlah manifest menjadi satu isu penting dalam evakuasi.

Dari jumlah itu, tiga penumpang dan satu kru berhasil selamat menggunakan sekoci, ditemukan warga di sekitar Pantai Cekik dekat Pelabuhan Gilimanuk.

Mereka dalam kondisi sehat hingga kini berada di terminal penyeberangan.

Dalam proses evakuasi, sekitar empat jenazah ditemukan terdampar di pantai Desa Bayubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Sisanya masih dalam pencarian SAR gabungan.

Basarnas menerjunkan sembilan kapal SAR dari Pos Banyuwangi, Surabaya dan Bali.

Namun, tinggi gelombang hingga 2,5 meter dan cuaca buruk memperlambat operasi penyelamatan.

Panglima TNI Prabowo Subianto yang berada di Arab Saudi langsung memerintahkan tanggap darurat melalui Basarnas dan pihak terkait agar korban segera diselamatkan.

Seskab Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa Presiden tetap memantau situasi secara langsung dari Tanah Suci dan menyiapkan langkah darurat untuk evakuasi penumpang dan kendaraan.

Diduga kuat mesin kapal bocor akibat naiknya air laut dalam ruang mesin. Kondisi blackout dan miring membuat kapal kehilangan keseimbangan sehingga cepat tenggelam.

Kasus ini menjadi peringatan penting akan potensi bahaya penyeberangan laut, terutama soal perawatan mesin, kondisi cuaca udara dan manifest penumpang.

Tim SAR masih fokus mengevakuasi korban yang hilang, sambil menunggu informasi lanjutan. (Nilna Hibran)

Editor : Ali Mustofa
#selat bali #Kapal Motor Penyeberangan #kapal tenggelam #evakuasi #tenggelam