Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kementan Dorong Investasi dan Teknologi untuk Kembangkan Sektor Peternakan Nasional

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 3 Juli 2025 | 19:02 WIB

Gedung kementerian pertanian
Gedung kementerian pertanian

RADAR KUDUS - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terus mendorong penguatan investasi dan pemanfaatan teknologi inovatif untuk meningkatkan daya saing industri peternakan Indonesia.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Makmun menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah memenuhi kebutuhan daging sapi dan susu dalam negeri.

Ketergantungan Impor Masih Tinggi

Data menunjukkan Indonesia masih harus mengimpor sekitar 400 ribu ton daging sapi setiap tahunnya.

Sementara untuk susu produksi dalam negeri baru mampu memenuhi 21 persen dari total kebutuhan nasional yang mencapai 4,7 juta ton per tahun.

"Kondisi ini sebenarnya membuka peluang investasi yang sangat besar bagi para pengusaha di bidang peternakan" ungkap Makmun saat berbicara di acara Indo Livestock 2025 di Jakarta Kamis kemarin.

Ekspor Produk Peternakan Meningkat

Meski masih menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sektor peternakan Indonesia menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Hal ini terlihat dari kenaikan volume ekspor produk peternakan pada tahun 2024.

Volume ekspor naik dari 470 ribu ton di tahun 2023 menjadi 489,7 ribu ton pada 2024 atau mengalami peningkatan sebesar 4,16 persen.

"Angka ini membuktikan bahwa Indonesia sebenarnya tidak kekurangan sumber protein hewani” jelas Makmun.

Indo Livestock 2025 Jadi Ajang Kemitraan

Assistant Project Director PT Napindo Media Ashatama, Lisa Rusli, menjelaskan bahwa Indo Livestock 2025 berperan sebagai platform penting untuk berbagi informasi dan membangun kemitraan lintas sektor.

"Kami berharap forum ini dapat mendorong terciptanya kerja sama yang adil, berkelanjutan dan saling menguntungkan di antara para pelaku usaha” ungkap Lisa.
Diikuti 15 Negara

Pameran dan forum internasional Indo Livestock 2025 berlangsung selama tiga hari dari tanggal 2-4 Juli di Surabaya Jawa Timur.

Acara ini dihadiri 300 peserta dari 15 negara, termasuk lima paviliun negara yaitu China, Korea Selatan, Taiwan, negara-negara Eropa, dan Denmark.

Dalam pameran tersebut, dipamerkan berbagai inovasi teknologi terbaru serta peluang kemitraan di bidang peternakan, pakan ternak, kesehatan hewan, pengolahan susu, perikanan, dan pertanian. (Kholissofiyana)

Editor : Ali Mustofa
#industri #peternakan #pertanian #teknologi #kementan #Mendorong