Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, 38 Penumpang Masih Hilang

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:38 WIB
KMP Tunu Pratama Jaya
KMP Tunu Pratama Jaya

RADAR KUDUS - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) malam. Kapal berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pukul 22.56 WIB menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Namun sekitar 25 menit setelah berlayar, kapal mengalami kebocoran di ruang mesin. Akibatnya listrik kapal mati total dan air cepat masuk ke lambung kapal. Dalam waktu singkat, kapal pun tenggelam di tengah laut.

KMP Tunu Pratama Jaya membawa total 65 orang saat kejadian. Jumlah itu terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal. Selain itu kapal juga mengangkut 22 kendaraan, termasuk truk tronton dan mobil pribadi.

Baca Juga: Kapal Penumpang Tenggelam di Selat Bali! Detik-Detik Mencekam KMP Tunu Pratama Jaya Karam Bawa 65 Orang di Tengah Malam!

Saat kapal mulai miring, penumpang panik dan segera mengenakan pelampung. Banyak yang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Suasana malam membuat proses evakuasi berjalan sulit.

Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi tenggelamnya kapal. Mereka menggunakan sembilan kapal, termasuk perahu karet dan kapal tunda. Namun gelombang tinggi mencapai 2,5 meter dan gelapnya malam menghambat pencarian.

Hingga Kamis pagi, 23 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, empat orang ditemukan meninggal dunia. Sisanya masih dalam pencarian.

Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi mengatakan, korban selamat langsung dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk.

Mereka mendapat pemeriksaan kesehatan setelah terombang-ambing di laut selama berjam-jam. Sebagian penumpang ditemukan dalam kondisi lemas dan syok berat. Hingga kini tim SAR terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Kapolres Banyuwangi Kombes Rama Samtama Putra menyebut, cuaca buruk diduga menjadi penyebab kapal tenggelam. Ombak tinggi dan angin kencang membuat kapal sulit dikendalikan.

Selain itu, adanya kebocoran di ruang mesin memperparah kondisi kapal. Pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan kapal di Indonesia. Transportasi laut masih menjadi andalan masyarakat antar pulau.

Namun keselamatan pelayaran kerap diabaikan, mulai dari kapal tak layak jalan hingga kelengkapan alat keselamatan. Pemerintah diminta lebih tegas melakukan pengawasan agar kejadian serupa tak terus terulang di kemudian hari.

Basarnas memastikan proses pencarian korban akan terus dilakukan. Tim SAR gabungan masih menyisir area laut di sekitar lokasi tenggelam. Keluarga penumpang diminta bersabar dan menunggu informasi resmi dari posko.

Hingga kini suasana haru menyelimuti pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang. Banyak keluarga yang menangis menunggu kabar sanak saudara mereka.

Masyarakat diimbau berhati-hati saat melakukan perjalanan laut. Pastikan kapal yang digunakan dalam kondisi layak dan memiliki alat keselamatan yang memadai.

Jika cuaca buruk, sebaiknya perjalanan ditunda demi keselamatan. Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran di Indonesia.

Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung hingga saat ini. (Andre Setiawan)

Editor : Mahendra Aditya
#selat bali #ABK #kmp #polres banyuwangi #korban #kapal tenggelam