JAKARTA – Warga Jakarta bersiaplah menyambut kejutan spesial dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta!
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Pemprov DKI memberikan tarif super spesial Rp 1 untuk seluruh layanan transportasi umum utama: Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam konferensi pers yang digelar di Balai Kota, Senin (30/6/2025).
Ia menegaskan bahwa program tarif simbolis ini hanya berlaku sepanjang hari Selasa, 1 Juli 2025, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
"Besok, transportasi umum di Jakarta hanya akan dikenakan tarif Rp 1, baik untuk MRT, LRT, maupun Transjakarta. Ini bagian dari perayaan Hari Bhayangkara sekaligus bentuk kontribusi Pemprov dalam mendukung momentum nasional ini," ujar Pramono.
Satu Hari, Tiga Moda, Satu Harga: Rp 1
Langkah ini menandai kali pertama Jakarta memberlakukan tarif seragam Rp 1 secara serentak untuk tiga moda transportasi massal sekaligus.
Masyarakat cukup menggunakan kartu elektronik seperti biasa saat masuk ke stasiun atau halte, dan sistem akan secara otomatis mengenakan tarif simbolis tersebut tanpa proses tambahan.
Dengan tarif yang nyaris gratis, Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik dan meninggalkan kendaraan pribadi untuk sehari.
Selain mempermudah mobilitas selama peringatan Hari Bhayangkara, kebijakan ini juga menjadi ajakan untuk lebih mengenal dan membiasakan diri menggunakan transportasi umum yang kini semakin nyaman dan terintegrasi.
Baca Juga: Hanya Rp 1! Transjakarta, MRT, dan LRT Gratis Seharian untuk Rayakan HUT Bhayangkara ke-79
Monas Jadi Pusat Peringatan, Ribuan Warga Diprediksi Tumpah Ruah
Perayaan Hari Bhayangkara ke-79 tahun ini akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dan direncanakan akan menghadirkan berbagai atraksi spektakuler dari Polri, baik demonstrasi di darat maupun aksi-aksi di udara.
Acara tersebut akan dihadiri oleh pejabat negara, aparat kepolisian dari berbagai daerah, dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan tahunan ini.
Dengan adanya acara berskala besar tersebut, lonjakan mobilitas diprediksi meningkat tajam. Oleh karena itu, tarif murah ini juga menjadi langkah strategis untuk mengurai kemacetan, sekaligus mengamankan lalu lintas di sekitar pusat kegiatan.
Lebih dari Sekadar Tarif Murah: Ini Ajakan Gaya Hidup Baru
Gubernur Pramono menjelaskan bahwa insentif ini bukan hanya untuk memeriahkan Hari Bhayangkara, melainkan juga sebagai langkah jangka panjang mendorong transformasi perilaku transportasi masyarakat.
"Ini bukan hanya soal Rp 1, tapi tentang kesadaran bersama bahwa Jakarta butuh solusi transportasi yang berkelanjutan. Transportasi publik adalah masa depan," tegasnya.
Pemprov DKI Jakarta terus mendorong masyarakat untuk beralih ke moda transportasi publik demi mewujudkan kota yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan bebas macet.
Dengan memberikan akses murah dan mudah, pemerintah berharap kepercayaan publik terhadap layanan umum terus meningkat.
Pelayanan Tetap Maksimal, Tidak Ada Pengurangan Jadwal
Pemprov menjamin bahwa selama program tarif Rp 1 berlangsung, tidak ada pengurangan frekuensi, kapasitas, maupun rute dari layanan Transjakarta, MRT, dan LRT.
Semua armada akan tetap beroperasi seperti biasa demi menjamin kelancaran dan kenyamanan penumpang.
Petugas juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan meningkat signifikan selama hari perayaan.
Langkah-langkah ini diambil agar masyarakat bisa menikmati layanan secara nyaman tanpa antrean atau penumpukan di stasiun dan halte.
Editor : Mahendra Aditya