Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Dukung Israel, Karir Merince di Miss Indonesia Tamat – Netizen: Salah Sikap, Bukan Salah Agama!

Redaksi Radar Kudus • Senin, 30 Juni 2025 | 18:23 WIB

Foto: Instagram/@kogoya_merry
Foto: Instagram/@kogoya_merry

RADAR KUDUS - Merince Kogoya, finalis Miss Indonesia 2025 yang berasal dari Papua Pegunungan, resmi dikeluarkan dari ajang kecantikan bergengsi setelah video yang dianggap mendukung Israel viral di media sosial.

Keputusan ini memicu beragam reaksi, dengan mayoritas warganet mendukung langkah tegas panitia Miss Indonesia.

Merince, yang sebelumnya terpilih sebagai perwakilan Papua Pegunungan, dipulangkan dari karantina setelah video pengibaran bendera Israel yang diunggah dua tahun lalu kembali mencuat.

Baca Juga: Kesuksesan di Sektor Kendaraan Listrik Menjadikan Pendiri Xiaomi sebagai orang Terkaya di China

Video tersebut menimbulkan kontroversi, di mana banyak pihak menilai aksinya sebagai dukungan terhadap Zionisme.

Akibatnya, posisi Merince digantikan oleh Karmen Anastasya sebagai finalis baru dari Papua Pegunungan.

Dalam klarifikasinya melalui Instagram Story, Merince menjelaskan bahwa aksinya bersifat religius dan bukan dukungan politik.

"Saya hanya menjalankan kepercayaan saya sebagai pengikut Kristus untuk berdoa memberkati... namun video reels saya dua tahun lalu disebarluaskan dengan berbagai macam pendapat yang tidak benar tentang keyakinan saya," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua Pegunungan, tim pendukung, dan keluarganya.

Meski demikian, Merince menyayangkan keputusan panitia yang dinilainya dipengaruhi oleh opini publik pro-Palestina.

"Perjuangan saya selama 4 bulan untuk mendapatkan status Finalis Papua Pegunungan dan mengorbankan banyak hal, harus digantikan dengan keputusan karena opini publik yang berbeda," tulisnya.

Reaksi Warganet

Keputusan pencoretan Merince mendapat sambutan positif dari sebagian besar warganet.

Banyak yang menilai bahwa sikapnya yang menganggap genosida yang dilakukan Israel sebagai konflik agama menunjukkan kurangnya wawasan dan empati.

"Dia tidak memenuhi standar minimum Miss Indonesia yang seharusnya memiliki pemahaman yang lebih luas," ungkap salah satu pengguna Twitter.

Pengguna lain menambahkan, "Sebagai finalis Miss Indonesia, seharusnya dia lebih peka terhadap isu kemanusiaan, terutama mengingat Miss World dikenal dengan acara amal dan kemanusiaannya."

Beberapa warganet juga menyoroti pentingnya empati terhadap Palestina, dengan menyatakan bahwa dukungan terhadap Israel tidak mencerminkan sikap kemanusiaan.

Baca Juga: Kadis PUPR Sumut Diciduk KPK, Diduga Atur Proyek Jalan Senilai Rp231 M

"Seharusnya dia menyadari bahwa banyak orang Palestina yang juga tertindas," tulis salah satu komentar.

Sementara itu, ada juga yang mengingatkan bahwa jika seseorang percaya pada Israel sebagai tempat kepercayaan, itu sah-sah saja.

Namun, membela negara dan pemerintahnya di tengah banyaknya pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina dianggap tidak tepat. (Nilna Hibran)

Editor : Ali Mustofa
#zionisme #Merince Kogoya #kontroversi #papua pegunungan #dukung Israel #miss indonesia #netizen